Terperangkap Konflik Suriah, Tiga TKW Sumbawa Dideportasi

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/09/2016)

Empat tenaga kerja wanita (TKW) asal NTB, tiga di antaranya dari Kabupaten Sumbawa dideportasi dari Negara Suriah. Mereka diselamatkan dan dipulangkan KBRI di sana setelah terperangkap dalam konflik bersenjata negara yang dilanda krisis militer tersebut.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Kabid Penta) Disnakertrans Sumbawa, Zainal Arifin, S.Pt M.Si yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Sabtu (17/9), mengatakan keempat TKW asal NTB termasuk tiga TKW Sumbawa ini sudah tiba di Jakarta, Jum’at (16/9) kemarin. Ketiganya teridentifikasi bernama Endang Nursalim asal Desa Sebedo Kecamatan Utan yang berangkat melalui jalur resmi dan telah bekerja selama 8 tahun 4 bulan. Kemudian Yanti Rul Mukmin asal Desa Jorok Kecamatan Utan yang berangkat ke Suriah melalui perorangan dan telah bekerja selama 3 tahun. Rahayu binti Kalamuddin Sandrang TKW asal Desa Gunung Setia Kecamatan Ropang yang sudah bekerja selama 5 tahun. “Mereka terpaksa diungsikan KBRI di Suriah karena khawatir terkena dampak dari perang saudara di negara itu. Alhamdulillah mereka bisa pulang dalam keadaan selamat,” kata Ipin—sapaan akrab pejabat enerjik ini.

Kabid Penta Disnakertrans Sumbawa, Z Arifin SPt. M.Si
Kabid Penta Disnakertrans Sumbawa, Z Arifin SPt. M.Si

Mengenai hak mereka berupa gaji, ungkap Ipin, sudah diselesaikan semua dan tidak ada lagi persoalan. Untuk kepulangannya ke kampung halamannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan BNP2TKI dan Kemenlu. Disnaker Sumbawa juga sudah berkomunikasi dengan tiga TKW tersebut dan pihaknya siap melakukan pendampingan. “Kemungkinan BP3TKI yang akan menjemput ketiganya di BIL lalu diantar ke Sumbawa dan diserahkan ke kami. Selanjutnya kami akan mendampingi dan menyerahkannya kepada keluarganya masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga  Asyik Bungkus Shabu, Residivis Narkoba Kembali Tertangkap

Sejauh ini, Ipin mengaku tidak mengetahui berapa TKI asal Sumbawa yang bekerja di Suriah maupun di negara-negara konflik lainnya. Sebab rata-rata mereka berangkat sebelum Disnakertrans menggunakan system online sehingga sulit dilacak karena memang datanya tidak tercatat. Namun setelah ada system online ini, Disnakertrans dapat mengetahui berapa dan dimana TKI asal Sumbawa yang berangkat secara resmi berada. Bahkan melalui system ini juga teridentifikasi TKI yang bekerja melebihi masa kontrak (overstay). (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD