JAM Intel Kejagung Kunjungi Sumbawa Karena Kangen

oleh -22 views

SUMBAWA BESAR, SR (16/09/2016)

Jaksa Agung Muda (JAM) Intelijen Kejagung RI, Dr. H.M. Adi Toegarisman SH melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa. Kunjungan ini sudah lama diidam-idamkannya karena mantan Kajari Sumbawa Tahun 2005 ini, sangat rindu dengan daerah yang dikenal dengan nama Tana Intan Bulaeng. “Saya membutuhkan waktu 10 tahun untuk kembali ke Sumbawa. Ketika saya mendapat kunjungan kerja ke NTB, saya sangat antusias dan memilih Sumbawa sebagai satu-satunya daerah di NTB yang saya kunjungi,” kata Adi Toegarisman di hadapan Wakil Bupati Sumbawa, Wakil Bupati KSB, Forkopimda dan para pejabat lainnya, di Wisma Daerah Sumbawa, Kamis (15/9) malam kemarin.

Kerinduannya kepada Sumbawa sudah cukup lama. Sebab daerah inilah tempat dia mengawali kariernya. Apalagi saat kunjungannya ini, Ia disambut sebagai keluarga sendiri. “Saya bangga dan terharu. Ternyata saya masih dianggap bagian dari keluarga di sini, meski sudah banyak sekali perubahan yang saya lihat,” ujarnya.

Jaksa Agung Muda (JAM) Intel,Dr.HM. Adi Toegarisman SH dan Wabup KSBFud Syaifuddin ST berbincang serius
Jaksa Agung Muda (JAM) Intel,Dr.HM. Adi Toegarisman SH dan Wabup KSBFud Syaifuddin ST berbincang serius

Untuk diketahui, kedatangannya kali ini dalam rangka kunjungan kerja ke Kejati NTB dan Kejari Sumbawa. Kunjungan ini untuk mengevaluasi seluruh program yang sudah dicanangkan. Sebelumnya Ia telah mengumpulkan Kajari se-NTB di Kejati kemarin untuk menyampaikan pesan Jaksa Agung. Salah satunya, bagaimana kejaksaan mendukung proses pembangunan di daerah agar berjalan secara maksimal, tanpa pelanggaran dan adanya kerugian negara.

Baca Juga  Kepala Pasar Plampang Tewas Terlindas Truk Pertamina

Upaya tersebut dinilai sebagai langkah pemberantasan tindak pidana korupsi yang dikemas dalam bentuk pencegahan. “Memberantas tidak harus menindak, tetapi juga mencegah. Bagaimana bentuk pencegahannya, kita sediakan ruang komunikasi. Silahkan dari pemilik-pemilik proyek, pemerintah daerah, siapapun juga ketika menyelenggarakan program bisa berkoordinasi dengan kami. Kita kawal melalui TP4D yang sudah kami bentuk. Misalnya kesulitan menentukan harga, perkiraan sementara, bagaimana pembuatan spek, dan proses pelelangan dari aspek hukumnya. Sehingga proses perjalanan ini sama-sama menjaga jangan sampai ada penyimpangan. Kalau sudah ada komunikasi insya Allah saya yakin tidak ada di antara kita berniat untuk menyimpang,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.