Setiap Hari Pemilik Baju “Palu Arit” Wajib Lapor

oleh -27 views
Dandim 1607 Sumbawa Letkol ARM Sumanto S.Sos

SUMBAWA BESAR, SR (15/09/2016)

MR dan BY—dua orang yang diamankan karena memakai dan memiliki baju berlambang palu arit yang identik dengan PKI, dikenakan wajib lapor. Kedua warga KSB ini setiap hari diwajibkan bolak-balik Kantor Koramil dan Polres Sumbawa Barat. Meski ini adalah pekerjaan yang membosankan tapi harus dilakoni keduanya akibat dari ulahnya yang sempat membuat resah. “Memang benar, keduanya dikenakan wajib lapor setiap hari ke Koramil dan kantor polisi,” kata Komandan Kodim (Dandim) 1607 Sumbawa, Letkol ARM. Sumanto S.Sos, kemarin.

Kendati dikenakan wajib lapor, bukan berarti kasus ini tidak diusut melainkan tetap didalami untuk mengantisipasi kemungkinan lainnya. Mengingat salah satu pemilik baju “palu arit” itu berstatus tenaga honorer di Pemda KSB, Dandim mengaku telah menyampaikan secara langsung kepada Bupati KSB. Ia mengharapkan Pemda setempat dapat mensosialisasikan larangan penggunaan symbol-simbol PKI kepada masyarakatnya sebagai upaya untuk menangkal segala bentuk gangguan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Seperti diberitakan SAMAWAREA, terungkapnya kasus itu setelah MR (29) diketahui mengenakan baju kaos berlambang “palu arit” yang identik dengan symbol PKI. Baju berwarna merah dengan lambang berwarna kuning tersebut digunakan saat mengikuti senam pagi di halaman Graha Fitrah Pemda KSB. MR yang mengikuti senam pagi ini sempat ditegur oleh pegawai lainnya. Seketika itu juga MR sadar lalu pulang berencana untuk menggantikannya. Belum sempat balik lagi ke Kantor Bupati, kediaman MR didatangi pihak Koramil Taliwang yang sebelumnya mendapat laporan, langsung menjemputnya sekaligus mengamankan baju “palu arit” itu sebagai barang bukti. Selanjut MR yang ditemani adiknya digelandang ke Kodim 1607 Sumbawa untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca Juga  Berkinerja Baik, 14 Anggota Polres Sumbawa Dapat Penghargaan

Kepada wartawan di Kodim Sumbawa, MR mengaku mendapat baju itu dari rekannya berinisial BY sekitar Juli 2016. Baju itu merupakan oleh-oleh dari BY yang baru pulang liburan dari Vietnam. Ketika itu BY membawa dua buah baju tersebut, satunya diberikan kepadanya, satu lagi kepada rekannya yang lain. Pemberian itu dilakukan pada waktu magrib. Karena senang mendapat hadiah, MR langsung menyimpannya di dalam lemari, tanpa melihat secara detail motif dan gambarnya. Baju tersebut pertamakali digunakan Jumat pagi tadi untuk mengikuti senam bersama di Kantor Bupati KSB. Dan dia tidak terlalu memperhatikan adanya lambang itu, dan tidak mengetahui maksudnya. Ia baru sadar saat ditegur rekan-rekannya dan langsung direspon dengan pulang ke rumah untuk menggantikannya. (JEN/SR)

bankntb BPSK

No More Posts Available.

No more pages to load.