Massa Pro Pengusaha Kayu Desak TNI Lepas Barang Bukti

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/09/2016)

Usai aksi massa PMII yang mendesak aparat penegak hukum memberantas mafia kayu, pada hari yang sama, Kamis (15/9) ratusan pendukung pengusaha kayu dari beberapa kecamatan menggelar aksi demo di empat tempat. Mereka yang diback-up Aliansi LSM ini mengawali aksinya di depan Makodim Sumbawa, kemudian menggedor Kantor Dinas Kehutanan Sumbawa. Selanjutnya menggunakan belasan truk merangsek ke Kantor Bupati dan berakhir di Gedung DPRD Sumbawa.

Dalam orasinya, mereka mempertanyakan penangkapan kayu oleh aparat TNI yang diduga hasil ilegal loging. Sebab menurut mereka, kayu tersebut sudah dilengkapi dokumen. Karena itu, diminta agar dapat memproses kayu tersebut secara benar agar mendapat kepastian hukum. “Kami dukung pemerintah memberantas ilegal logging, tapi jangan ada yang mengkriminalisasi pengusaha kayu. Kami pengusaha meminta kepastian hukum, dan jangan ada pemaksaan kehendak dalam penanganannya,” ujar Hamzah Ketua LSM Gempur yang menjadi salah seorang orator.

Massa meminta pemerintah bersikap bijaksana. Bupati harusnya melakukan koordinasi dengan instansi tekhnis terkait penangkapan tersebut dan tidak hanya mengeluarkan aturan karena kepentingan orang-orang tertentu. “Kalau dokumennya lengkap kenapa kayunya ditangkap. Untuk apa kayu dan truk ditahan dalam waktu yang lama,” sesal Opet Budjik dari LSM Forkots.demo-kayu

Dandim Tantang Pengusaha Kayu Cek Lapangan

Sementara Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM Sumanto S.Sos yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan, kayu itu diamankan karena diduga hasil ilegal logging. Meski dilengkapi surat, tidak serta merta dilepas, karena harus dilakukan pengecekan untuk memastikan dokumen itu asli atau palsu, serta lokasi asal kayu berada di dalam kawasan atau tidak. “Nanti akan dicek oleh tim dari Dinas Kehutanan, TNI dan KPH. Dinas Kehutanan NTB juga sudah datang langsung ke kodim dan sudah cek kayu-kayu tersebut,” kata Dandim.

Baca Juga  Polres Badung Gagalkan Peredaran Belasan Ribu Pil Koplo dan Sabhu

Jika massa aksi mengatakan kayu tersebut memiliki dokumen lengkap, harus dibuktikan. Untuk pembuktiannya membutuhkan proses dari dinas tekhnis mengingat area pengecekan sangat luas. Saat ini ungkap Dandim, ada modus, surat kayunya sangat mudah diterbitkan. Karena itu patut dicurigai dan dicek lebih jauh. Bahkan pemilik kayu akan diajak serta mengecek kebenarannya. “Kami dalam menangkap dan mengamankan truk ini tidak segampang itu. Kami harus masuk keluar hutan dengan berjalan kaki selama berhari-hari. Sekarang kita fair di lapangan. Di sini kalau kita mau komitmen harus dibuktikan bersama. Bila perlu saya sendiri siap untuk turun ke lapangan,” tegas Dandim.

Dandim mengaku mendapat informasi, kayu rimba sudah tidak ada di kawasan milik masyarakat. Kayu tersebut sekarang hanya ada di kawasan hutan lindung. Sejumlah truk yang diamankan belum lama ini juga mengangkut kayu jenis rimba. Karena itu dandim mengajak pihak terkait untuk mengecek kebenaran itu di lapangan. “Tim Penyidik PNS Dinas Kehutanan NTB sebanyak delapan orang sudah turun ke Sumbawa. Saat ini tim masih bekerja untuk mengecek kayu-kayu yang berhasil diamankan. Sebab Dinas Kehutanan NTB sudah mengajukan permintaan kepada pihak TNI untuk membantu mengamankan kayu yang diduga hasil ilegal loging. Tim akan terus bekerja hingga ada kejelasan mengenai kayu itu,” ujarnya.

Bagaimana dengan adanya komentar hanya sopir truk yang diamankan, sedangkan pemilik atau pengusaha kayu bebas berkeliaran, Dandim berharap dapat dilakukan pengembangan. Ketika ada pemilik kayu yang menjadi target Dinas Kehutanan, TNI siap untuk membantu melakukan penangkapan. Dalam memberantas illegal logging, harus bersinergi bukan hanya TNI, polisi tapi juga mahasiswa dan masyarakat, termasuk LSM harus ikut mendukung upaya penyelamatan hutan. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD