Dishut Tangani 15 Kasus Ilegal Logging, 6 Tuntas, 9 DPO

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/09/2016)

Kepala Dishutbun Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Ibrahim, M.Si menyebutkan, bahwa pihaknya menangani 15 kasus dugaan tindak pidana illegal logging. Dari jumlah ini, telah berhasil menyelesaikan sedikitnya 6 kasus karena berkas perkaraya telah dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak kejaksaan dan kini dalam proses penuntutan. Sedangkan 9 kasus lainnya hingga kini masih dalam penyelidikan. Semua terduga pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Kami memiliki 7 PPNS yang terus melakukan penyelidikan dan penyidikan,” kata Haji Ibrahim saat menerima massa aksi baik dari PMII maupun massa pro pengusaha kayu dalam waktu yang berbeda, Kamis (15/9).

Untuk diketahui, luas hutan Sumbawa 36 persen dari luas hutan di Provinsi NTB. Ketika kasus ilegal logging terjadi di Sumbawa akan memberikan dampak secara nasional. Menyikapi hal ini pemerintahan Husni-Mo dan seluruh Tim Koordinasi Pimpinan Daerah tetap komit dalam memberantas aksi illegal logging. Pemda mencari cara bagaimana bersama seluruh komponen masyarakat mencegah dampak yang ditimbulkan dari ilegal logging ini. Salah satu wujud yang dilaksanakan adalah membentuk tim untuk melaksanakan Opgab. Namun menurut Haji Ibrahim, kegiatan ini tidak akan bermakna jika masyarakat tidak ikut mendukung. “Terlalu mahal biaya yang kita timbulkan dan kita keluarkan, ketika persoalan ilegal logging ini kita biarkan terjadi di lingkungan kita,” ujarnya.

Dampak ilegal logging itu sudah terasa ketika kondisi sumber mata air yang ada di kawasan hutan maupun di luar kawasan sudah mengering. Bahkan Sumbawa menjadi salah satu daerah yang terancam dilanda bencana kekeringan. Karenanya Ia mengaku kagum dengan pernyataan Bupati bahwa menghukum para pelaku bukanlah tujuan, tetapi menghentikan kegiatan yang bertentangan dengan aturan-aturan hukum ini yang menjadi sasaran. “Dengan personil yang terbatas dan wilayah jangkauan yang luas, sangat diharapkan peran aktif dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kawasan hutan. Agar apa yang kita wariskan nanti membuat anak cucu kita bangga,” demikian Haji Ibrahim. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  PNBP Baru Disosialisasikan, Tarif PNPB STNK Naik

No More Posts Available.

No more pages to load.