Tekan Penyelundupan, Populasi Ternak Harus Dijaga

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (14/09/2016)

Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa meminta dinas terkait untuk terus berupaya menjaga populasi ternak besar, dan mengharapkan pemerintah daerah menekan serta meminimalisir penyelundupan ternak maupun pencurian ternak. Salah satu modus penyelundupan yang digunakan adalah jual beli surat keluar ternak menggunakan quota kabupaten lain sementara sapi yang keluar adalah sapi dari Sumbawa. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan penertiban bersama tim pengawasan lalulintas ternak dan memberikan sanksi administratif bahkan pidana kepada pengusaha nakal tersebut.

Selanjutnya untuk memperkuat branding ternak sapi Sumbawa, Komisi II melalui jubirnya Hamzah Abdullah pada Sidang Paripurna DPRD, Selasa (13/9) kemarin, sangat mendukung gerakan “Sumbawa Beef”  yang bertujuan untuk menjaga kualitas dan kuantitas daging sapi Sumbawa melalui penguatan peternak, perlengkapan ternak, ketersediaan lahan dan teknologi yang diterapkan.

UPTD Kerbau 5Seperti diberitakan SAMAWAREA, Kabupaten Sumbawa menjadi sentra ternak terutama sapi. Karenanya Provinsi NTB menetapkan kuota pengiriman ternak sapi dari Kabupaten Sumbawa lebih besar daripada kabupaten/kota lainnya di NTB. Namun bagi Sumbawa, kuota ini tergolong kecil bila dibandingkan dengan populasi ternak di daerah ini mencapai 300 ribuan ekor. Untuk Tahun 2016 ini, kuota ditetapkan mencapai 13.500 ekor yang akan dikirim ke Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Lombok dan lainnya. Kuota pengiriman ternak sapi untuk tahun ini tidak terlalu jauh dari tahun sebelumnya. Pada 2015 lalu, Sumbawa bisa melakukan pengiriman ternak hingga di atas kuota yang ditetapkan, yakni mencapai 20.000 ekor. Semua ini tergantung permintaan pasar.(JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Direstui PPP, Nurdin Raba Nyatakan Siap Tempur