NTB Lokasi Proyek Kemakmuran Hijau

oleh -9 views

MATARAM, SR (14/09/2016)

Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin SH.,M.Si berharap segala bentuk pemahaman dan komitmen bersama antara Millenium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia), dengan pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten) dapat mendukung suksesnya pelaksanaan program Kemakmuran Hijau di Nusa Tenggara Barat. “Saya juga berharap Provinsi Nusa Tenggara Barat dan MCA Indonesia dapat menjadi model pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) di wilayah lainnya yang menjadi lokasi proyek kemakmuran hijau,” kata Wagub saat membuka Rakor Kemakmuran Hijau, Rabu (14/9) yang dihadiri perwakilan Bappeda seluruh kabupaten/kota se NTB.

Dengan komunikasi dan koordinasi sambung H Muh Amin, tentunya sikap harmonis antar pemerintah daerah dengan para grante serta kontraktor proyek, diharapkan proyek yang fokus pada pengembangan energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, termasuk pengembangan budidaya komoditas pertanian ini dapat berjalan sesuai harapan. “Untuk itu, Rakor ini memiliki nilai yang sangat strategis dalam meningkatkan dukungan lintas pelaku pembangunan dalam implementasi proyek kemakmuran hijau di daerah,” ungkap orang nomor dua di NTB ini.

wagub-rakorSementara itu, Direktur Eksekutif Millenium Challenge Account-Indonesia, Bonaria Siaha’an, menjelaskan bahwa Proyek Kemakmuran Hijau (Green Prosperity Project) merupakan bagian dari hibah compact dari pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia. Hibah compact dari Negeri Paman Sam ini ditujukan untuk mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi dengan mendukung komitmen pemerintah Indonesia dalam pembangunan ekonomi yang berbasis rendah emisi (low-carbon development growth).

Baca Juga  Perda APBD NTB 2021 Diketok

Bonaria mengatakan, ada dua tujuan besar program ini. Pertama, meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan memperluas penggunaan energi terbarukan. Kedua, meningkatkan produktivitas dan menurunkan emisi gas rumah kaca berbasis lahan dengan meningkatkan praktik penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam. Proyek yang diusulkan para penerima hibah sangat beragam. Mulai dari peningkatan produktivitas pertanian berkelanjutan, restorasi ekosistem hutan tropis, pengembangan beragam bentuk perhutanan sosial, pengembangan energi terbarukan, pengelolaan lahan gambut, pengembangan komoditas berkelanjutan, hingga penguatan kepemimpinan perempuan untuk mencapai kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan.

Adapun lokasinya terbentang di 24 kabupaten di 10 provinsi, yaitu Sumatra Barat, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. (NA/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.