Gerakan Literasi Sekolah Masih Belum Maksimal

oleh -80 views

SUMBAWA BARAT, SR (15/09/2016)

Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mendorong anak bangsa lebih gemar membaca. Salah satunya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) melibatkan seluruh ekosistem sekolah seperti guru, peserta didik, orang tua/wali murid, dan masyarakat. Gerakan ini digulirkan agar anak didik selalu dalam pengawasan semua unsur terkait tersebut. GLS diatur dalam Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan No. 23 Tahun 2015. Salah kegiatan dalam gerakan tersebut adalah 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Namun demikian penerapan GLS masih belum maksimal dalam menumbuhkan minat gemar membaca siswa. Contohnya di SMP 1 Taliwang, minat baca siswanya masih tergolong rendah.

Ditemui SAMAWAREA, Rabu (14/9) kemarin, Kepala SMP Negeri 1 Taliwang, Mujib mengakui masih rendahnya minat baca siswanya, padahal sekolahnya sudah menerapkan GLS. Perkembangan teknologipun tidak bisa dimanfaatkan sebagai bentuk kemajuan dan mempermudah mendapatkan informasi karena anakdidik masih cenderung bermain facebook, youtube bahkan game, sehingga bukan dampak positif yang terjadi justru negatif karena menggiring minat peserta didik pada kebiasaan yang tidak mendidik.

Dalam kondisi ini, Mujib berharap semua warga didik harus lebih memahami kebutuhan peserta didik. Orang tua merupakan faktor yang paling utama dan berpengaruh terhadap anak didik.  Selain anak-anak memiliki banyak waktu dengan orang tua, juga adanya kecendrungan anak didik lebih nyaman dengan orang tua sendiri. Orang tuapun lebih memahami kondisi psikologis anak itu sendiri, sehingga harus lebih aktif. “Kami sangat berharap setiap warga didik memainkan perannya masing-masing secara maksimal karena tidak bisa ditimpakan hanya pada salah satu komponen,” pintanya. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Tulisan Bus dan Motif Lonto Engal di Malaysia

No More Posts Available.

No more pages to load.