Kadishut NTB dan TNI Tangkap 13 Truk Kayu

oleh -2 views
Kadishut NTB didampingi Dandim Sumbawa dan Kepala KPH Batu Lanteh bertandang ke kediaman Bupati Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (12/09/2016)

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ir. Husnanidiaty Nurdin MM yang terjun bersama timnya untuk melakukan pengecekan hutan di Desa Mata, kecamatan Tarano, wilayah perbatasan Sumbawa—Dompu, secara tak sengaja melihat iring-iringan truk yang mengangkut kayu. Pejabat yang baru dilantik tiga bulan lalu ini langsung berkoordinasi dengan Dandim 1607 Sumbawa yang kemudian memerintahkan anggotanya untuk terjun ke lapangan. Tindakan cepat tersebut berhasil mengamankan 13 truk kayu rimba campuran olahan. Dari indentifikasi, tiga truk berasal dari Kabupaten Dompu, 10 truk lainnya dari beberapa kecamatan di Kabupaten Sumbawa yang hendak dikirim ke beberapa pengusaha kayu di Kota Sumbawa dan sebagian lainnya ke Pulau Lombok.

Hal ini dibenarkan Kadishut, Ir Husnanidiaty saat dikonfirmasi SAMAWAREA di kediaman Bupati Sumbawa, Sabtu (10/9) kemarin. Sebagian dari kayu ini diduga tidak memiliki dokumen dan berasal dari hutan lindung. Namun demikian untuk memastikannya, Selasa (13/9) besok, Dishut Propinsi menurunkan tim melakukan pemeriksaan secara menyeluruh bukan hanya terhadap 13 truk tapi juga kayu lainnya termasuk dua truk kayu milik oknum kades di Kecamatan Moyo Hulu. “Semua yang terkait barang bukti kayu yang diamankan di Makodim 1607 Sumbawa akan dicek, mengapa barang itu bisa keluar, suratnya seperti apa, asal-usulnya darimana, palsu atau tidak. Ini yang akan diteliti lebih jauh,” kata pejabat asal Sumbawa ini.

Baca Juga  Jebol Plafon Kuras Isi Counter HP, Pelaku Tak Berkutik Ditangkap Tim Puma

Selama bisa dibuktikan bahwa kayu tersebut berasal dari lahannya sendiri, lanjut Husnadiaty, tidak ada alasan bagi pihaknya untuk menahan atau melakukan proses. Pihaknya akan memastikannya untuk melakukan lacak-balak, mengecek lokasi penebangan apakah identik dengan kayu-kayu tersebut. Jika terbukti hasil hutan, tidak ada ampun, akan diproses secara tuntas.

Ia pun tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum aparatnya yang terbukti membekingi aksi illegal logging ini. Ia ingin menepis informasi yang berkembang jika yang berperan dalam lolosnya hasil hutan adalah oknum kehutanan dengan mengeluarkan dokumen aspal (asli tapi palsu). Husnanidiaty juga membantah tidak serius melakukan pendalaman menyusul selama ini yang dijerat hanya sopir truknya saja, sementara pengusaha di baliknya tidak tersentuh. Diakuinya, sopir truk selalu pasang badan dan mengakui jika kayu tersebut adalah miliknya. “Kami sudah berkomitmen, bersama Dandim, Bupati dan kepolisian, untuk memberantas illegal logging khususnya di Tana Samawa ini, termasuk menindak tegas oknum-oknum aparat yang terlibat,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD