Hutan Mata Kritis, Kayu Habis Terbabat Sisakan Semak Belukar

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (12/09/2016)

Kondisi hutan di wilayah Mata, Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa, sangat miris. Hutan di daerah perbatasan Kabupaten Sumbawa—Dompu ini sudah gundul. Tak satupun kayu yang tersisa, hanya tinggal semak belukar. “Hutan Mata sudah kritis,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin MM kepada SAMAWAREA di kediaman Bupati Sumbawa, Sabtu (10/9) kemarin.

Didampingi Dandim 1607 Sumbawa Letkol ARM Sumanto S.Sos dan Kepala KPH Batu Lanteh Julmansyah S.Hut, Kadishut NTB ini mengaku baru saja mengecek langsung kondisi hutan di Mata. Hatinya sangat perih melihat pemandangan memilukan di depannya. Sepertinya masyarakat sudah tidak lagi memikirkan dampak dari aksi perambahan yang sudah sangat parah ini. Dalam menjaga hutan, tidak harus dibebankan kepada aparat hukum. Masyarakat harus berpartisipasi baik dalam menjaga hutan, mengelola hutan dan menanamkan kembali hutan yang dibabat. Selama ini kayu-kayu mudah keluar, karena yang membuat surat adalah kepala desa dengan alasan kayu itu berasal dari kebun sendiri. Karena itu pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat dengan mengecek kebenaran dari pengakuan tersebut. Banyak modus, kayu dari Sumbawa dibawa ke Dompu, dan suratnya diterbitkan di Dompu. Demikian juga kayu dari hutan diseret ke kebun hak milik untuk memberikan kesan seolah-olah kayu tersebut berasal dari hasil kebun. Untuk itu dengan Bupati dan Dandim Sumbawa pihaknya tidak akan mundur terus melakukan langkah-langkah antisipasi bukan hanya tindakan represif tapi juga intensif melakukan pendekatan guna membangun kesadaran masyarakat bahwa pelestarian hutan adalah masa depan anak cucu. “Upaya yang akan dilakukannya bagaimana kayu yang masih ada tetap bertahan dan kita akan melakukan penanaman kembali terutama di hutan-hutan yang kondisinya kritis,” tandasnya.

Baca Juga  PPK Rumah Adat KSB Divonis 1 Tahun Denda 50 Juta
Bupati Sumbawa beserta istri, bersama Kadishut Provinsi NTB dan Dandim 1607 Sumbawa
Bupati Sumbawa beserta istri, bersama Kadishut Provinsi NTB dan Dandim 1607 Sumbawa

Sementara Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM Sumanto S.Sos, menyatakan akan tetap komitmen untuk memberantas para pelaku illegal logging. Upaya yang dilakukan selama ini sebagai bukti bahwa TNI ingin melindungi masyarakat Sumbawa dari bencana akibat aksi illegal logging yang tak terkendali. Sebab banyaknya hutan yang rusak telah mengurangi sumber-sumber mata air yang lambat laun daerah ini dilanda kekeringan. “Kami tidak ingin ini terjadi, ini harus diantisipasi,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc. Menurut Bupati, pihaknya tidak boleh kalah dengan para perampok kayu yang hanya segelintir orang. Ia mengaku prihatin selama ini pelaku illegal logging yang terkesan bebas dan aman dalam beraksi. Ia sangat menyayangkan aparat di wilayah kecamatan dan desa yang sepertinya tidak berbuat apa-apa. “Sepertinya tidak ada pemerintahan di sana,” tukasnya.

Karena itu, tidak ada kata lain kecuali sikat habis para pembabat hutan. Pihaknya telah menggelar pertemuan mengundang semua FKPD dan SKPD terkait untuk membangun komitmen bersama memberantas illegal logging. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.