Bupati Prihatin DAU Dipotong, Bersyukur DAK Ditambah

oleh -9 views

SUMBAWA BESAR, SR (12/09/2016)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas adanya kebijakan pemerintah pusat melakukan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) kepada 169 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Sumbawa. Pemotongan ini karena tidak tercapainya realisasi penerimaan negara sesuai target yang ditetapkan. Selain itu pemotongan ini juga disebabkan adanya kelambanan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan. Akibatnya uang yang seharusnya sudah dibelanjakan dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat, kenyataannya masih menumpuk di kas daerah. “Untuk itulah, saya selaku pimpinan pemerintahan bersama Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas terjadinya kondisi ini,” kata Bupati saat berpidato pada Sholat Idul Adha 1437 H di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Senin (12/9).

Sebagai respon cepat pemerintah daerah atas timbulnya permasalahan ini, Ia telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian terhadap belanja dengan melihat tingkat prioritasnya. Prinsipnya, pemerintah daerah tidak akan melakukan pemotongan terhadap belanja yang menyangkut kepentingan umum. Sasaran pemotongan lebih banyak ditujukan kepada belanja operasional birokrasi seperti belanja perjalanan dinas, rapat-rapat dan belanja operasional lainnya. “Alhamdulillah, di tengah kabar yang tidak menggembirakan berkaitan dengan pemotongan anggaran, berkat kerja keras dan koordinasi intensif yang dilakukan seluruh jajaran pemerintah daerah, Kabupaten Sumbawa berhasil mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan sebesar Rp 93 milyar yang seluruhnya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur jalan dalam rangka mendukung pencapaian target 100 persen jalan mantap pada Tahun 2021,” ucapnya.

Baca Juga  Alat Kesehatan Karya Anak Bangsa untuk Tangani Covid-19

sholat-idul-adhaKarena itu melalui wahana Idul Adha ini, Bupati berharap pemerintah dan masyarakat akan terus saling bahu-membahu, membangun kesepahaman, serta berkontribusi guna tercapainya tujuan yang dicita-citakan bersama. Kontekstualisasi hikmah qurban senantiasa sangat relevan untuk dijadikan semangat kesatuan dan persatuan masyarakat, tak terkecuali dalam proses pembangunan di Tana’ Samawa.

Sebelumnya Bupati mengatakan, Idul Adha yang dirayakan pada hari ini merupakan momentum untuk meneguhkan kembali sekaligus meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dengan salah satunya adalah menjalankan risalah Islam yang dicontohkn Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS melalui keikhlasan, ketawaddu’an dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Selain nilai ketaqwaan yang selalu diajarkan dalam Idul Adha, juga marwah sosial yang tinggi yang diperoleh dari hikmah berqurban. Kelebihan karunia harta bagi insan yang mampu, dimanifestasikan secara aktual dengan pembagian daging qurban kepada yang kurang mampu. Dengan khasanah inilah muaranya adalah terimplementasinya secara bersama-sama hablum minallah dan habhum minannas, keseimbangan ketaqwaan ilahiyah dan ketaqwaan sosial. “Qurban membentuk sebuah elemen cinta, cinta kepada allah swt dan cinta kepada sesama manusia. Inilah makna sesungguhnya dari qurban yang selalu kita rayakan tiap tahun,” ujarnya.

sholat-idul-adha-3Melalui momentum idul kurban ini juga Bupati berharap dapat jujur mengakui kekeliruan serta mengikatkan kembali tali solidaritas, dengan senantiasa berempati terhadap masyarakat kurang secara ekonomi, sekaligus menanamkan kepekaan, kepedulian dan semangat silaturrahim antara sesama manusia. Sifat kerelaan, mau berkorban dan tolong menolong hendaknya menjadi bagian dari langkah sehari-hari, dalam membangun kebersamaan, mewujudkan masyarakat Sumbawa yang hebat dan bermartabat, hebat secara sosial-ekonomi sekaligus bermartabat di hadapan Allah SWT. “Marilah kita maknai hikmah Idul Adha sebagai semangat untuk mewujudkan masyarakat Sumbawa yang berdaya saing dengan sumber daya manusia yang berkualitas, unggul, inovatif, kreatif, produktif dan mampu bersaing di tatatan global.  Selain itu membangun kemandirian masyarakat Sumbawa yang mampu memenuhi kebutuhan dasar secara ekonomi, sosial yang berkeadilan. Yang pada akhirnya akan meneguhkan kepribadian masyarakat Sumbawa yang religius, patuh kepada hukum dan penuh toleransi terhadap keagamaan dilandasi oleh semangat gotong royong,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.