AMB Labuan Lalar Desak Kadesnya Mundur

oleh -5 views

SUMBAWA BARAT, SR (09/09/2016)

Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) Desa Labuan Lalar Kecamatan Taliwang mendesak kepala desa setempat mundur dari jabatannya. Desakan ini dilakukan dengan cara menggalang tandatangan masyarakat. Di temui SAMAWAREA, kemarin, Ketua AMB Labuan Lalar, Abas, menyatakan pengunduran diri kepala desa merupakan harga mati dan tidak bisa ditawarkan lagi. Ia menilai Kades tersebut tidak bisa memimpin masyarakat karena tidak transparan dalam tata kelola keuangan. Padahal UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) mengamanatkan untuk berlaku transparan. Karenanya Ia mempertanyakan dana desa Tahun 2015 senilai Rp 600 juta dan dana desa 2016 sebesarRp 803 juta, karena hingga triwulan keempat hanya bangunan Postu.

Kades juga dinilai tidak membaur dengan masyarakatnya. Banyak acara-acara kemasyarakatan seperti perkawinan atau kematian, kades tidak keluar rumah. Demikian dengan kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan atas inisiasi Kadus, RT dan RW, kades juga tidak muncul. “Jadi habis sudah kesabaran masyarakat yang kemudian melalui AMB ini menggalang tanda tangan untuk mendesak kades mundur dari jabatannya,” tukas Abas.

Disebutkannya, tandatangan yang sudah terkumpul sudah mencapai 400 dan harus mencapai target 1000 tandatangan untuk 50+1 dari 1.800 pemilih. Limit waktunya sampai Selasa mendatang, karena esoknya Rabu sudah harus diserahkan ke BPD selaku representasi masyarakat. “Kami tidak mau demo, kami tempuh secara procedural, santun dan elegan,” ujarnya.

Baca Juga  Wagub NTB: Keluarga Support Terbaik Perempuan dalam Karir

Menanggapi hal itu, Kades Labuan Lalar, Amrullah yang dihubungi via telepon seluler, Sabtu (10/9), menilai wajar ada yang beranggapan dirinya tidak mampu melaksanakan tugas karena mereka hanya menonton sehingga tidak memahami apa yang dia lakukan. Mengenai Dana Desa Tahun 2015, Ia menilai tudingan itu tidak masuk akal. Seandainya dana desa 2015 bermasalah, tidak mungkin anggaran desa Tahun 2016 cair. Untuk anggaran Tahun 2016 yang baru pencairan pertama, masih perencanaan sehingga pembangunan tidak terlalu banyak. Dan saat pencairan kedua nanti akan dimaksimalkan sesuai peruntukannya. Mengenai jarangnya dia berada di tengah masyarakat, Amrullah mengaku dalam dua bulan terakhir ini banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. Tapi sebelumnya dia tetap bersama masyarakatnya. “Kami minta masyarakat terutama BPD untuk bersama-sama membangun Desa Labu Lalar ini, karena ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (HEN/SR)

bankntb DPRD DPRD