Satukan Persepsi, Aparat Penegak Hukum Gelar Pertemuan

oleh -12 views

SUMBAWA BESAR, SR (08/09/2016)

Selama ini penanganan kasus tindak pidana berjalan alot. Kondisi ini bukan hanya dirasakan aparat penegak hukum yang menginginkan perkara yang ditangani cepat tuntas, tapi juga korban maupun pelaku yang berharap segera mendapatkan kepastian hukum. Kondisi ini dapat dipahami karena penanganan tindak pidana dilakukan secara berjenjang mulai dari penyidikan, penuntutan hingga pengadilan. Sebab dalam penegakan hukum tidak berdiri sendiri tapi melibatkan institusi lainnya seperti kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Biasanya dalam proses ini terjadi perbedaan pemahaman antar lembaga tersebut. Tidak jarang terjadi bolak balik berkas perkara karena ada alat bukti yang harus dilengkapi. Selain itu keterbatasan sumber daya penyidik baik kepolisian maupun kejaksaan, membuat penanganan kasus menjadi alot. Untuk meretas dan mencari solusi dari persoalan itu, belum lama ini digelar Rapat Koordinasi Terpadu Antar Penegak Hukum. Hadir dalam kesempatan itu Kapolres Sumbawa, Kapolres KSB, Kajari, ketua pengadilan, Lapas, Bapas, Rupbasan, beserta jajarannya termasuk kasat Reskrim dan para Kasi. “Tujuan rapat koordinasi ini untuk lebih mensinergikan kembali koordinasi dan tukar pikiran terkait dengan permasalahan yang terjadi di masing-masing lembaga. Permasalahan yang selama ini buntu melalui rapat itu dapat dicarikan solusi. “Intinya kita samakan persepsi, untuk efektivitas penyidikan,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK, kemarin.

rakor-penegak-hukumKapolres mencontohkan kasus pencabulan anak di bawah umur. Dari pihak kejaksaan meminta agar dicari saksi yang melihat. Ketika saksi ini tidak ada maka penyelesaian kasus itu tidak berjalan. Karenanya tidak harus saksi yang melihat, saksi petunjuk yang mendengar dan lainnya pun bisa asalkan penyidik dapat merangkaikannya sehingga mengarah kepada terduga pelaku. Namun selama ini hubungan antar lembaga penegak hukum berjalan dengan baik. Melalui rapat koordinasi itu kerjasama semakin dimantapkan dan banyak hal yang sudah berhasil terpecahkan. Ia berharap pertemuan tersebut rutin diagendakan. “Minimal tiga atau empat bulan sekali kita bertemu, bisa di Polres, kejaksaan, pengadilan, Lapas atau bisa di luar itu,” demikian Kapolres. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Ketua UPK PNPM Empang Ditahan Jaksa

No More Posts Available.

No more pages to load.