Masyarakat Tolak Rencana Pelebaran Jalan

oleh -18 views

SUMBAWA BARAT, SR (08/09/2016)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat gencar melakukan pembenahan terutama infrastruktur jalan. Rencananya pemerintah setempat akan melakukan pelebaran jalan jalur Selubuk, mulai dari Simpang KTC (Kemutar Telu Center) hingga Telaga. Untuk pelaksanaan proyek tersebut tentu berdampak terhadap lahan masyarakat. Dari data yang ada tercatat 70 orang pemilik yang terkena dampak pelebaran jalan. Demi terealisasinya rencana ini, Pemda mengundang sejumlah warga tersebut dalam pertemuan yang digelar, Kamis (8/9).

Namun rencana pemerintah ini mendapat penolakan dari warga. Salah satunya Muhammad warga Lingkungan Sebubuk yang kiosnya bakal hilang. Memet—akrab dia disapa menyatakan tidak setuju adanya proyek pelebaran jalan tersebut karena akan menghilangkan mata pencahariannya. Sebab kios itu satu-satunya yang menopang hidupnya.

pelebaran-jalan-1Hal senada diungkapkan Abdul Muis. Selain kiosnya hilang dan hampir seluruh ruangan rumahnya terkena dampak pelebaran. Namun Ia mengaku bingung ketika bertahan dan tidak mau digusur akan tinggal sendiri di lokasi itu. Meski demikian Muis masih memberikan sinyal untuk menerima rencana pelebaran asalkan ganti rugi yang diberikan pemerintah sesuai harapannya. “Kalau ganti ruginya sesuai dengan berat hati saya akan terima, tapi kalau tidak akan saya pertahankan,” tukasnya, seraya diamini sejumlah warga lainnya.

Sementara itu Sekda KSB, A. Aziz SH MH mengatakan pelebaran jalan itu seluas 7 meter mulai Simpang KTC sampai Simpang Telaga. Sekitar 70 warga yang terkena dampak di antaranya 13 yang pagar tembok dan dua kiosnya hilang.

Baca Juga  Nekat, Indomart di Sumbawa Barat Beroperasi Tanpa Izin

Terkait tuntutan ganti rugi, birokrat nomor satu di KSB ini menyatakan akan melibatkan Tim Aprisal sebuah lembaga independen untuk menganalisa dan menghitung besarnya ganti rugi warga terkena dampak. Hasil perhitungan inilah yang akan ditawarkan kepada masyarakat. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.