Saksi Kasus Sebotok Menyangkal, Polisi Kembali Panggil Panwas

oleh -6 views
Pilkades Desa Pelat berlangsung aman dan sukses

SUMBAWA BESAR, SR (08/09/2016)

Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa akan kembali memanggil Panwas Pilkades Desa Sebotok Kecamatan Badas. Pemanggilan ini dilakukan untuk mengkonfrontir keterangan terkait dugaan money politic Pilkades setempat.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, kemarin, mengatakan, konfrontir ini sangat penting, sebab empat orang yang diduga menerima uang dari salah satu orang kepercayaan calon kades saat itu, menyangkal. Padahal dari bukti-bukti yang diajukan Panwas untuk melengkapi laporan polisinya terdapat surat pernyataan oknum warga penerima uang dimaksud dan ditandatangani di atas materai 6000. “Inilah yang akan kami konfrontir kembali. Panwas akan dipanggil untuk dimintai keterangannya,” ungkap Kapolres.

Kapolres mengaku surat pernyataan tidak cukup. Pihaknya harus memanggil sejumlah saksi-saksi termasuk yang melihat adanya transaksi ‘money politic’.  Dalam laporan dan rekomendasi panwas disebutkan bahwa tim sukses salah seorang calon kades memberikan uang masing-masing Rp 200 ribu kepada sejumlah warga. Uang itu diberikan beberapa jam sebelum pemilihan tepatnya, Sabtu, 13 Agustus sekitar pukul 04.00 Wita dengan mengarahkan warga tersebut memilih calon kades dimaksud. Penerima uang itu diidentifikasi berinisial SE, JO, JA dan JW. Laporan itu cukup lengkap, mulai dari rekomendasi Panwas, identitas penerima, hingga pengakuan terduga pelaku yang dibuat dalam surat pernyataan bermaterai 6000.

Seperti diberitakan, Pilkades Desa Sebotok Kecamatan Labuan Badas berlangsung aman dan lancar. Dalam pemilihan itu suara terbanyak diraih Abdurrahman dengan perolehan 378 suara, beda tipis 4 suara dari lawannnya Ahmad Fitrah J yang mengantongi 374 suara, disusul Subawahi 261 suara. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Dipimpin Presiden Secara Virtual, Upacara HUT TNI Diikuti Gubernur NTB

No More Posts Available.

No more pages to load.