Mitan Langka, DPRD Desak Bentuk Tim Terpadu

oleh -2 views

SUMBAWA BARAT, SR (07/09/2016)

Bahan bakar minyak tanah (mitan) di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat kini mulai langka. Masyarakat saat ini sangat kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan dapur karena kuota minyak tanah semakin menipis. Bayangkan hanya 5 liter per tiga bulan. “Lima liter yang kami dapat ini hanya bisa memenuhi kebutuhan mitan dalam dua minggu, sedangkan kami dapat 5 liter dalam tiga bulan,” keluh Dewi—ibu rumah tanggal di Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang.

Namun ironis, justru banyak terlihat penjual mitan. Hal ini menimbulkan pertanyaan darimana mereka mendapatkannya, padahal kebutuhan mitan yang diterima ibu rumah tangga minim. “Aneh, kuota kita sangat minim, tapi kenapa banyak sekali kita lihat minyak tanah dijual secara bebas oleh banyak pedagang baik di jalan maupun di pasar, tentunya dengan harga relative mahal,” kata Dewi.

Dikonfirmasi SAMAWAREA, Ketua Komisi III DPRD Sumbawa Barat, Dinata mengakui minimnya kuota mitan untuk Sumbawa Barat. Selaku komisi yang membidangi masalah energy, ia sudah memperjuangkan untuk pemisahan kuota dengan kabupaten induk Sumbawa. Selain itu pihaknya bersama pemerintah mengusahakan adanya penambahan kuota mitan untuk masyarakat KSB.

Politisi PAN ini tidak menampik, langkanya mitan ini dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab sebagai peluang usaha yang mendatangkan keuntungan pribadi. Kondisi ini mengindikasikan terjadinya praktek penggelapan mitan. Di satu sisi tidak ada pengawasan dinas terkait dalam hal pendistribusian mitan kepada pengecer hingga ke tangan masyarakat. “Kami akan mendorong pembentukan tim terpadu untuk mengawasi pendistribusian Mitan ini sebagai upaya untuk mengantisipasi konflik di tengah masyarakat,” tukasnya, seraya berharap Pemda bertindak tegas terhadap pengecer nakal dengan mencabut ijin operasinya. (HEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Bocah Terlantar Ditemukan Sakit di Taman Kota Sumbawa

No More Posts Available.

No more pages to load.