Kementerian PDT Tetapkan Sumbawa untuk Pembangunan Kawasan Perdesaan

oleh -13 views

SUMBAWA BESAR, SR (08/09/2016)

Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal melalui Direktorat Perencanaan Kawasan Pedesaan menggelar pertemuan persiapan rencana penyusunan pembangunan pedesaan di Kabupaten Sumbawa, Rabu (7/9). Pertemuan ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan partisipatif dengan mengintegrasikan berbagai kebijakan, rencana, program, dan kegiatan para pihak pada kawasan yang ditetapkan. Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Sumbawa, Sekda, perwakilan Direktorat Perencanaan Kawasan Pedesaaan Kementerian PDT RI beserta tim, dan beberapa SKPD terkait.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Rasyidi yang membuka pertemuan tersebut menyampaikan bahwa ada tiga bakal calon desa yang akan dijadikan kawasan bakal pedesaan yaitu Kecamatan Utan, Kecamatan Moyo Hilir, dan Kecamatan Moyo Utara. Ketiga kecamatan tersebut, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan masukan dari Kementerian PDT RI. Di kabupaten sendiri diminta untuk membentuk tim koordinasi tingkat kabupaten dan kecamatan dan ada rembug bersama masyarakat desa untuk mengelola suatu kawasan, serta diadakan pendampingan dari Pemkab kepada masyarakat desa.

kementerian-pdt-1Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dalam arahan singkatnya berharap agar pembangunan kawasan pedesaan dilaksanakan dengan baik. Karena dengan besarnya jumlah dana desa yang bila tidak diarahkan, maka penggunaannya akan tidak terkendali. Kepada SKPD terkait, agar segala sesuatunya dikoordinasikan sehingga semua berjalan dengan lancar.

Baca Juga  Khitanan Massal IKPPM Disambut Antusias, Peserta Melebihi Target

Kepala Sub Direktorat Perencanaan Kawasan Pedesaan, Rafdinal MTP menyampaikan, sasaran prioritas nasional dalam RPJMN yaitu pengurangan 5000 desa tertinggal dan penambahan 2000 desa mandiri, serta pembangunan 39 kawasan perdesaan. Dalam rangka pencapaian sasaran tersebut, pembangunan kawasan dilakukan secara sinergis antar berbagai komponen (K/L, Korporasi, Masyarakat) sehingga perlu sinkronisasi pengembangan kawasan perdesaan. Pembangunan Kawasan Perdesaan adalah pembangunan antar desa yang dilaksanakan dalam upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan partisipatif yang dilaksanakan pada kawasan perdesaan tertentu yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota.

Beberapa hal yang harus diperhatikan lanjut Rafdinal, di antaranya kegiatan pertanian dan pemanfaatan SDA tempat permukiman kawasan perdesaan tempat pelayanan jasa pemerintahan, sosial, ekonomi perdesaan kearifan lokal dan eksistensi masyarakat hukum adat, nilai strategi/prioritas kawasan keserasian pembangunan antar wilayah keterpaduan dan keberlanjutan  pembangunan RPJMD, RTRW kabupaten/kota. Sinergisme secara holistik komprehensif dan keterpaduan dilaksanakan dengan memperhatikan berbagai apsek kehidupan yaitu fisik, ekonomi, sosial, dan lingkungan, dan dilaksanakan oleh berbagai komponen untuk  mencapai tujuan bersama. Keseimbangan dilaksanakan dengan memperhatikan keserasian  antara pembangunan fisik, ekonomi, sosial, dan lingkungan, antara kepentingan jangka pendek  dan jangka panjang, dan antara kebijakan pusat, daerah, dan kepentingan desa/masyarakat. Serta dilaksanakan secara kontinyu dengan memperhatikan kelestarian lingkungan agar hasil  pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang secara berkesinambungan. “Dalam lima hari kedepan, tim yang berjumlah 5 orang akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Targetnya, awal Oktober 2016 dokumen–dokumen pendukung sudah terkumpul dan bisa dilaporkan kepada Gubernur NTB. Indikasi keberhasilannya, masyarakat bisa berkomitmen untuk membentuk sebuah komunitas yang bisa meningkatkan taraf hidup di sekitarnya,” jelas Rafdinal. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.