226 Pejabat Se-Pulau Sumbawa Ikut Bela Negara di Sumbawa

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (06/09/2016)

Sebanyak 226 pejabat kabupaten/kota di Pulau Sumbawa kecuali KSB, mengikuti Diklat Pembentukan Kader Bela Negara di Kabupaten Sumbawa, Selasa (6/9). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri).

Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril B.Sc saat membuka kegiatan itu mengatakan, saat ini tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan bangsa sifatnya sudah multidimensi. Artinya, ancaman tidak lagi bersifat konvensional atau fisik semata akan tetapi sudah berkembang baik fisik maupun non fisik. Ancaman berkembang menjadi bersifat multidimensi ini karena karakter ancaman dapat bersumber dari ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, sehingga mengharuskan semua pihak terkait untuk mendefinisikan ulang apa yang dimaksud dengan bela negara. ”Bela negara memiliki spektrum yang sangat luas di berbagai bidang kehidupan, mulai dari politik, ekonomi, sosial dan budaya. Bela Negara bisa dilakukan oleh setiap warga negara dari berbagai latar belakang profesi. Mulai dari petani, buruh, profesional sampai dengan pedagang. Bela Negara bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai peran dan profesi kita,” ujarnya.

Bela negara 2Bela negaraMenurut Haji Husni–panggilan akrab Bupati, bahwa kini negara dihadapkan oleh ancaman keamanan terkait kejahatan internasional yang dilakukan oleh aktor non-negara yang memiliki kemampuan teknologi serta dukungan finansial yang kuat, serta jaringan yang rapi dan tersebar di sejumlah negara. Banyak anak-anak yang terjebak dalam ketergantungan pada narkotika. Banyak warga negara yang juga masuk dalam jaringan perdagangan manusia. Karenanya Bupati mengajak semua pihak untuk melawan kejahatan kemanusiaan ini sebagai bagian dari kecintaan pada tanah air. “Selain itu, ancaman atas kedaulatan kita juga muncul dari tindak pidana kejahatan luar biasa, yakni korupsi, yang telah nyata-nyata merusak fondasi kekuatan kita sebagai bangsa dan menjauhkan rakyat dari kesejahteraan. Upaya untuk melawan korupsi di semua tingkatan merupakan wujud pembelaan kita pada negara,” ujarnya.

Baca Juga  Dana Investasi di DMB Cair, Ini Statemen Bupati Sumbawa

Bupati berharap para peserta dapat menjadi agen dalam menyebarkan semangat nasionalis dan cinta terhadap tanah air kepada masyarakat luas. Karena semangat bela negara perlu diupayakan dan dibina agar siap didayagunakan untuk menjaga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga siap memberikan dukungan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam usaha pertahanan dan keamanan negara serta dapat menangkal pengaruh negatif globalisasi.

Ditempat yang sama, Dirjen Pertahanan Dr. Timbul Siahaan yang diwakili Brigadir Eko Budi Santoso menyampaikan, bahwa yang menghancurkan Bangsa Indonesia adalah narkoba. Diharapkan para generasi muda tidak terpengaruh oleh narkoba. Dengan adanya Diklat Bela Negara diharapkan bisa mencapai 100 juta kader. “Bela negara bukan wajib militer, dimana konsep dari bela negara adalah merubah konsep atau pribadi masyarakat. Merubah hal yang belum baik menjadi lebih baik, yang sudah dilakukan dapat ditingkatkan lagi terutama dalam hal disiplin yang tadinya kurang bagus menjadi lebih baik,” tandas Eko Budi.

Disampaikan, penting untuk memantapkan lingkungan kerja dalam kesadaran bela negara merupakan tanggung jawab. Tujuannya adalah membangun kesamaan dalam mewujudkan revolusi mental, sesuai dengan prinsip nawacita yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo.

Indonesia bukan negara agrasor, sesuai dengan UUD 1945 harus menciptakan perdamaian bukan peperangan, harus tetap waspada terutama wilayah perbatasan negara. Ancaman secara nyata sewaktu-waktu dapat terjadi baik itu terorisme maupun radikalisme, bencana alam, perampokan dan narkoba. Untuk menyikapi ini dapat diantisipasi secara tepat. “Kesediaan dalam membela negara dimulai dari interaksi sampai di lingkungan masyarakat, seperti melestarikan kearifan local, disiplin dan taat hukum,” bebernya.

Baca Juga  Kelola Sampah ‘Libatkan Lalat’ Mulai Diterapkan

Lebih jauh disebutkannya, peran dari kader bela negara di antaranya tanggap terhadap perubahan-perubahan, waspada terhadap isu-isu. “Semoga program yang dicanangkan oleh Menteri Pertahanan dapat terlaksana,’’ pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD