Salut, Desa Kakiang dan Berare Sepakat Berdamai

oleh -78 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/09/2016)

Salut buat masyarakat Desa Kakiang dan Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir. Dua desa yang sempat bentrok ini sepakat untuk berdamai. Kesepakatan ini dicapai pada pertemuan perwakilan dua desa tersebut yang dimediasi Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK di ruang rapat terbatas (Rupatas) Polres setempat, Senin (5/9). Mediasi ini dihadiri langsung Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Camat Moyo Hilir, Drs. Irawan Subekti, Kepala Desa Berare dan Kakiang, serta perwakilan masyarakat kedua desa tersebut termasuk Khaeruddin SE dan Ramlyanto–dua anggota DPRD Sumbawa dari Dapil setempat.

Dalam pertemuan itu, Camat Moyo Hilir, Drs. Irawan Subekti mengaku sangat prihatin dengan kejadian itu yang dipicu hal kecil sehingga membuat warga Kecamatan Moyo Hilir resah. Namun Ia mengaku salut dengan itikad kedua desa untuk menyelesaikan masalah secara damai. Tentunya mereka menyadari bahwa kondusifitas daerah menjadi tanggung jawab bersama. Ia juga mengapresiasi langkah Kapolres yang memediasi dua kelompok warga ini. Ia berharap kasus ini tidak terulang dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Mengenai proses hukum atas kasus penganiayaan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Kades Kakiang, M Adnan menyampaikan terima kasih kepada Kapolres yang memediasi pertemuan itu sehingga menghasilkan kesepakatan yang diharapkan semua pihak. Ia juga mendesak Polsek Moyo Hilir untuk segera menuntaskan kasus tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku. Hal senada diungkapkan Kepala Desa Berare, H Ahmad SH. Menurutnya, masyarakat Berare dan Kakiang adalah satu kesatuan. Apa yang terjadi sebelumnya bukanlah hal yang diinginkan. Karenanya pertemuan tersebut dapat menghasilkan perdamaian secara menyeluruh.

Baca Juga  Lepas 1000 Satgas Zeni TNI, Gubernur Haru dan Bangga

DamaiSalah seorang warga Desa Kakiang, Sofian Ariadi mengatakan penyelesaian sebuah konflik itu harus mengacu kepada hukum. Dia juga mengapresiasi apa yang disampaikan Kades Berare. Tetapi pemerintah desa tidak boleh selalu mengikuti keinginan masyarakat. Pemerintah desa juga harus selalu berfikir positif. Siapapun dari Desa Kakiang yang telah melakukan tindakan melawan hukum akan diserahkan untuk diproses hukum. Pihaknya juga berharap pihak Desa Berare juga melakukan hal yang sama. Sebelum menghadiri pertemuan itu, pihaknya telah sepakat bahwa hukum harus tetap ditegakkan.

Sementara Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK menyatakan kesepakatan damai ini harus dijunjung tinggi. Tidak ada lagi konflik antar kedua belah pihak. Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi isu yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. Dan setiap permasalahan yang muncul untuk dapat diselesaikan dengan baik, tapi ketika mengarah ke unsure tindak pidana dapat diserahkan kepada aparat kepolisian untuk ditangani. Selanjutnya mengenai kasus penganiayaan yang telah dilaporkan, Kapolres menegaskan akan tetap berjalan. Ia berharap penegakan hukum ini dapat didukung masyarakat terutama Desa Berare dan Kakiang.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah mengapresiasi upaya polisi yang memediasi persoalan tersebut. Ia berharap tidak ada lagi kasus seperti ini karena sekarang bukan zamannya adu otot tapi adu otak. “Dua desa ini satu kesatuan, hanya mungkin keduanya jarang saling bersilaturrahmi,” katanya. Untuk proses hukum, Wabup mendukung langkah pihak kepolisian. Siapapun yang bersalah harus dihukum sesuai dengan perbuatannya.

Baca Juga  Toko Ditinggal Semenit, 20 Juta Lenyap

Seperti diberitakan, dua kelompok massa dari Desa Berare dan Desa Kakiang terlibat bentrok, Sabtu (3/9) kemarin. Dari kejadian itu, satu orang warga Kakiang tertebas hingga terluka parah. Bentrok ini dipicu dari adanya penganiayaan terhadap warga Berare sebelumnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.