Pemilik Newmont Dukung Kebun Kurma UTS di Batu Alang

oleh -4 views
Doktor Zul dan Arifin Panigoro

SUMBAWA BESAR, SR (05/09/2016)

Siapa bilang kurma tidak bisa berbuah di Sumbawa ? inilah yang akan dibuktikan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Melalui ilmu bioteknologi, pihak UTS akan melakukan penanaman kurma dan bisa berbuah. Hal ini diungkapkan Dr. Arif Budi Witarto M.Eng—peneliti terbaik nasional Tahun 2000 yang kini mendedikasikan diri di UTS saat memberikan sambutan pada kegiatan Respek Mahasiswa Baru UTS 2016 yang dihadiri Arifin Panigoro (Owner PTNNT), Dr. Zulkieflimansyah (Pendiri UTS), Rahmat Makasau (Presdir PTNNT), Gubernur NTB TGH Dr. M Zainul Majdi MA, Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc, dan Bupati KSB Dr. Ir. HW. Musyafirin MM, Senin (5/9).

Mantan Rektor UTS ini mengatakan, bahwa secara umum kurma di Indonesia tumbuh dengan baik tapi tak berbuah. Teknologi yang akan digunakannya untuk memastikan kurma jantan dan betina yang nantinya akan menentukan bunga menjadi buah. Untuk mengerjakan proyek Perkebunan Kurma Tropis ini, lanjut Arif, UTS memiliki perusahaan pemula berbasis teknologi yakni PT Date Palm Biotech. Pihaknya bekerjasama dengan Inbistek Ristek-Dikti dan investor swasta. “Proyek ini akan kita kerjakan di Jakarta, nanti akan kita tanami di sini (Dusun Batu Alang, Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa). Kami sudah menyiapkan lahan seluas 1 hektar untuk dijadikan contoh,” kata Doktor Arif.

Pemilik Newmont, Arifin Panigoro yang dimintai tanggapannya, sangat mendukung upaya tersebut. Potensi lahan dan kondisi cuaca yang ada dinilai cukup bagus untuk tanaman tropis itu. Tentunya perlu teknologi dalam mengembangkannya dari yang tidak bisa berbuah menjadi berbuah. Bukan hanya kurma, sambung konglomerat ini, Ia juga tertarik untuk investasi perkebunan kepala sawit. Namun untuk merealisasikannya tidak gampang, harus dilihat kesesuaian lahannya. Selain itu adanya moratorium dari pemerintah, bahwa kepala sawit belum bisa dikembangkan lagi. “Buat saya, sangat setuju daripada masyarakat menjadi TKI bekerja di kebun sawit Malaysia. Kalau ada di sini dan ada lahannya untuk dikembangkan sendiri, kenapa tidak. Tapi kembali lagi kepada kebijakan pemerintah,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Poltekes Mataram Mewisuda 315 Mahasiswanya