Es Krim Berbahan Dasar Poteng

oleh -209 views
Poteng Khas Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu

Oleh: Galuh Yanita—Mahasiswi FIKOM Universitas Teknologi Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (04/09/2016)

Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki beragam jajanan khas yang sanggup menggoyang lidah para penikmatnya. Salah satu yang wajib dicoba adalah Poteng Pernek yang amat terkenal dengan cita rasanya. Poteng merupakan jajanan khas yang banyak diproduksi di Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu yang juga merupakan warisan nenek moyang yang sangat penting untuk diwarisi kepada penerusnya. Jajanan khas Poteng tersebut berbahan dasar ketan serta diproduksi dengan cara difermentasi secara tradisional. Bagi masyarakat suku Samawa, proses pembuatan poteng merupakan manifestasi dari kesabaran. Poteng sering digunakan sebagai makanan sehari-hari tetapi tidak sebagai makanan utama. Poteng juga sering disajikan dalam momen tertentu seperti pertemuan keluarga serta maupun dapat kita jumpai dalam berbagai acara adat di Desa Pernek.

Punyuluhan pembuatan Es Krim poteng pernek
Punyuluhan pembuatan Es Krim poteng pernek

Poteng sangatlah pas untuk dijadikan oleh-oleh bagi sanak keluarga atau kerabat anda dan juga mengunjungi Kota Sumbawa. Tanpa mencicipi poteng akan terasa kurang lengkap. Untuk mendapatkannya pun sangatlah mudah yaitu dengan mendatangi Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu yang jaraknya hanya menghabiskan waktu 20 menit dari Sumbawa ini. Anda sudah bisa menikmati poteng yang amat tersohor di Sumbawa ini. Jangan salah, harganya pun sangat terjangkau bagi semua kalangan, untuk 1 mika berukuran sedang hanya dihargai Rp 5.000. Tidak hanya itu apabila kita datang pada saat musim penghujan ke Desa Pernek, kita dapat menikmati indahnya air terjun Teba Tewa sambil menikmati poteng yang lezat produksi masyarakat Pernek. Dengan melihat banyaknya keunggulan dari poteng tersebut mahasiswa UTS Kelompok 8 mengambil kesimpulan bahwa poteng dapat dikreasikan menjadi bahan dasar pada es krim, sehingga dapat meningkatkan perekonomian ibu rumah tangga. Dengan demikian mahasiswa UTS Kelompok 8 mulai mensosilisasikan serta memberi penyuluhan es krim berbahan dasar poteng beberapa waktu lalu. Sosialisasi sekaligus penyuluhan tersebut dihadiri Anggota PKK Desa Pernek penuh antusias. Melihat respon yang diberikan oleh peserta pelatihan tersebut mahasiswa UTS Kelompok 8 merasa sangat perlu untuk mengenalkannya juga kepada masyarakat Desa Pernek secara langsung. Karenanya pada malam acara perpisahan sekaligus pengumuman hasil lomba 17-an yaitu tepatnya Rabu (31/8) lalu, Mahasiswa UTS Kelompok 8 mengenalkannya dengan menyediakan stand khusus untuk Es Krim Poteng (ESPO) bekerjasama dengan karang taruna setempat. Stan ESPO yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Pernek sukses membuat masyarakat Desa Pernek yang hadir serta ikut berpartisipasi. Di stand itu, masyarakat bebas mengajukan pertanyaan seputar ESPO. Stand ESPO sangat ramai dibanjiri masyarakat yang ingin mengetahui mengenai ESPO. Pemandangan tersebut merupakan suatu kepuasan tersendiri bagi mahasiswa UTS kelompok 8 pada penghujung pengabdiannya pada kegiatan KKN di Desa Pernek.

Baca Juga  Sepanjang Istiqomah, Al-Qur'an Jadi Petunjuk Jalan

Demo es krim Poteng ini harapkan dapat menjadi pemasukan baru bagi ibu-ibu rumah tangga Desa Pernek sehingga dapat menambah perekonomian masyarakat setempat. Tidak hanya itu ESPO ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat khususnya pemuda dan pemudi Desa Pernek untuk terus berkreasi. (*)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.