Dua Massa Bentrok, Satu Tertebas di Depan Mapolsek

oleh -32 views

SUMBAWA BESAR, SR (04/09/2016)

Situasi di wilayah Kecamatan Moyo Hilir mencekam. Sebab Sabtu (03/9) kemarin, dua kelompok dari dua desa bertetangga terlibat bentrok. Dari peristiwa tersebut dua orang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Salah satunya mengalami luka yang cukup parah akibat tebasan senjata tajam. Adanya kejadian ini membuat Mapolsek Moyo Hilir ‘dikepung’ massa yang dilengkapi senjata tajam. Untuk mengendalikan situasi, seratusan personil dari Polres diback-up Brimob terjun ke lokasi.

Kapolsek Moyo Hilir, IPTU Hurfan
Kapolsek Moyo Hilir, IPTU Hurfan

Kapolsek Moyo Hilir, IPTU Hurfan yang dikonfirmasi kemarin, mengatakan, bentrok dua kelompok masyarakat ini bermula dari kasus penganiayaan yang terjadi di depan SMPN 1 Moyo Hilir, Sabtu (3/9) dinihari sekitar pukul 02.30 Wita. Saat itu Syamsul Hidayat (28) warga Desa Berare yang berboncengan dengan rekannya dicegat oleh DL dkk saat melintas di depan sekolah tersebut. DL Cs yang diketahui berasal dari Desa Kakiang ini langsung menganiaya korban hingga terjatuh dari sepeda motor. Akibatnya korban menderita luka parah di bagian kepala dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Selain itu kasus penganiayaan tersebut telah dilaporkan dengan No. LP/41/IX/2016/SPKT SEK MOHI.

Polisi berjaga-jaga di Mapolsek Moyo Hilir
Polisi berjaga-jaga di Mapolsek Moyo Hilir

Menurut Kapolsek yang baru seminggu menjabat ini, kasus penganiayaan itu sedang ditangani dan diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan, agar tidak membias. Di tengah upaya tersebut, muncul sekelompok warga dari Desa Berare menumpang satu truk mendatangi Polsek. Tanpa diduga terjadi penganiayaan terhadap Husen alias Mesak warga Desa Kakiang di depan Mapolsek. Akibatnya, Mesak mengalami beberapa luka robek di bagian punggung, paha, tangan, dan kepala. Kini Mesak dalam perawatan medis di Rumah Sakit Rujukan Manambai Abdul Kadir.

Baca Juga  Bupati Sumbawa Mengucapkan HUT Bhayangkara ke-74

Warga Desa Kakiang yang mengetahui kejadian yang menimpa Mesak, beramai–ramai mendatangi polsek. Mereka datang dilengkapi senjata tajam menuntut pelaku penebasan ditangkap. Suasana sempat tak terkendali karena warga terlihat emosi. “Kami langsung meminta bantuan anggota dari Polres dan Brimob mengamankan situasi dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” kata mantan Kasiwas Polres Sumbawa ini, seraya mengaku untuk sementara ini situasi aman terkendali. Dan kasus penganiayaan masih dalam penyelidikan dan penyidikan. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD