Dinilai Janggal, Keluarga Minta Usut Kematian Lukman

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (02/09/2016)

Hingga kini kasus kematian Lukman (40) warga Gang Teratai Kelurahan Bugis, masih diselidiki polisi. Sejauh ini penyebab pasti belum diketahui. Namun keluarga almarhum merasakan ada kejanggalan. Karenanya, keluarga Lukman di antaranya kakak kandung dan mantan istrinya mendatangi Polres Sumbawa, Jumat (2/9) siang tadi. Mereka menemui penyidik yang menangani kasus tersebut.

Ditemui SAMAWAREA, Eni Astuti—mantan istri almarhum mengaku sebelum ke Polres mereka sudah mendatangi RSUD Sumbawa untuk menanyakan hasil visum atas kematian almarhum. Menurut pihak rumah sakit, sampai saat ini polisi belum mengambilnya. Setelah ada surat dari kepolisian, visum itu bisa diterbitkan. “Ini yang ingin kami tanyakan kepada polisi, soalnya ada yang janggal dari kematian ayah dari anak-anak saya,” kata Eni.

Meski sudah berpisah dengan almarhum, Eni mengaku tetap menjalin komunikasi. Bahkan almarhum kerap datang ke rumahnya untuk menjenguk anak-anaknya. Almarhum hampir setiap harinya mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah. “Walaupun kami sudah berpisah, almarhum sangat bertanggung jawab. Segala kebutuhan anak-anaknya selalu dipenuhi. Kami sudah sepakat untuk tetap mengurus anak-anak secara bersama-sama,” aku Eni.

Bahkan sebelum ditemukan meninggal dunia, tepatnya Kamis (25/8) malam, Lukman datang menjenguk anaknya sekaligus memberikan uang untuk biaya les dan sekolah. Lukman juga berjanji akan datang menemui dua orang anaknya ini pada esok harinya, Jumat (26/8). Namun almarhum tak datang kendati telah dihubungi via SMS, tidak ada balasan. Eni yang tinggal di Brang Biji ini meminta kedua anaknya untuk mengecek ke rumahnya di Gang Teratai Kelurahan Bugis. Saat anaknya tiba, rumah tersebut terkunci dengan kondisi lampu mati. Tapi cahaya TV masih menyala. Melalui telepon Eni menyarankan kedua anaknya masuk melalui jendela. Kedua anaknya ini terkejut karena melihat seorang perempuan yang tengah tertidur di salah satu kamar rumah itu. Eni meminta anaknya untuk membangunkan perempuan tersebut untuk menanyakan keberadaan korban. Perempuan yang diketahui kekasih IR—teman almarhum ini mengaku tidak mengetahuinya, karena pagi hari korban sudah keluar dengan enam orang temannya. Eni mencoba menghubungi handphone korban. Ternyata handphone itu berada di dalam rumah tepat di samping perempuan itu. Handphone tersebut langsung diambil oleh anaknya yang kebetulan belum beranjak. “Saya minta kepada anak saya untuk memberikan HP ikepada perempuan itu dan saya bilang apabila yang punya HP itu sudah pulang, datang ambil kerumah di Brang Biji dan diiyakan perempuan itu,” kata Eni.

Baca Juga  Aksi Terekam CCTV, Penjahat Jalanan Disergap Puma

Anaknya pun pulang membawa HP almarhum. Kepadanya anaknya curiga almarhum ada di dalam rumah karena rokok dan korek apinya masih berada di atas TV. Eni pun merasa curiga dan sempat menghubungi rekan almarhum. Ini dilakukan untuk memastikan keberadaan almarhum. Sayangnya rekan almarhum juga tidak mengetahuinya. Eni kembali mengajak anaknya kembali ke rumah almarhum. “Saya minta anak saya kembali masuk rumah, dan saya menunggu di jalan raya sambil menuntun anak saya melalui HP,” ujarnya.

Dari komunikasi dengan anaknya ini, lampu rumah sudah menyala. Ketika anaknya mengecek air duz yang selalu diminum ayahnya, sempat dilihat ada kaki yang diketahui kaki almarhum di dalam kamar mandi yang tertutup seperti posisi orang berbaring. Bagian bawah pintu kamar mandi tersebut rusak (robek) sehingga orang di luar dapat dengan jelas melihat kaki jika ada orang yang mandi di dalamnya. Tapi anaknya tidak berani memanggil ayahnya dan pura-pura tidak mengetahuinya karena perempuan itu masih ada di dalam rumah. Anaknya pun mengira ayahnya malu sehingga bersembunyi di kamar mandi mengingat ada perempuan lain di dalam rumah. Anaknya meninggalkan rumah dan menemuinya di jalan raya serta menceritakan apa yang terjadi. Tak berselang lama, mereka menanyakankepada penjual mengenai almarhum. Penjual nasi itu mengaku tidak melihat almarhum, tapi ada perempuan tadi yang datang membeli nasi. Eni pun kembali meminta anaknya mengecek rumah tersebut untuk memeriksa pintu khawatir terbuka saat ditinggalkan. “Jadi tiga kali anak saya ke rumah itu,” ujarnya.

Baca Juga  Ngebom Ikan, Nelayan Labu Pade Dicokok Polair 

Keesokan harinya, Sabtu (27/8), Eni menghubungi IR–rekan almarhum untuk mengecek ke rumah tersebut. Dari IR inilah dia mendapat kabar almarhum ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar mandi. “Dari serangkaian kronologis ini, kami menilai ada yang janggal dan meminta polisi untuk mengusut tuntas kematian ayah dari anak-anak saya ini,” pintanya.

Yang membuatnya bertanya-tanya, mengapa ada perempuan itu di rumah, dan sejak malam itu almarhum ada di dalam kamar mandi sebagaimana yang dilihat anaknya. Selain itu HP almarhum ada di samping perempuan itu, dan polisi menemukan HP perempuan tersebut di dalam kamar mandi samping almarhum. “Inilah yang masih menjadi tanda tanya kami,” tukasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP. Yusuf Tauziry SIK mengakui belum mendapatkan hasil visum dari RSUD Sumbawa. Saat ini pihak sudah membuat permohonan ke RSUD agar Sabtu besok bisa mendapatkan visum tersebut. Meski demikian, visum adalah pemeriksaan luar memastikan ada dan tidaknya tanda-tanda kekerasan. Inipun tidak maksimal. Sebab untuk menggali lebih dalam penyebab kematian Lukman, harus dilakukan autopsy. Sementara keluarganya saat itu sudah membuat surat pernyataan menolak diautopsi. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.