Bupati Murka, Ilegal Logging Kian Marak

oleh -1 views

SUMBAWA BESAR, SR (02/09/2016)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc sangat murka dengan kembali maraknya aksi illegal logging di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa. Aksi ini kian memprihatinkan. Selain kerusakan hutan kian parah, para begal kayu bebas beraksi tak terkendali tanpa dijamah aparat. Bahkan aksinya sangat terang-terangan. Di depan mata kepala masyarakat, perampok kayu tersebut merambah hutan. Dan menggunakan truk kecil dan besar mengangkut kayu melewati jalan besar, protokol dan tengah kota dalam keadaan aman dan lancar. “Sungguh luar biasa, perampok kayu ini bebas melakukan aksinya, dan leluasa mengangkut kayunya, serta membuat aparat pemerintah tak berkutik,” sesal Bupati Haji Husni yang mengundang khusus SAMAWAREA di ruang kerjanya, Jumat (2/9) sore ini.

Bupati merasa sepertinya tidak ada pemerintahan di wilayah kecamatan dan desa. Ilegal logging semakin marak dan massif. Dari catatan dan informasi yang diterima Bupati, terdapat 7 kecamatan dengan illegal logging terparah. Yaitu Kecamatan Moyo Hilir, Kecamatan Moyo Hulu, Lenangguar, Orong Telu, Tarano, Plampang dan Empang. Padahal di sejumlah kecamatan itu ada camat, kepala desa, Kapolsek, Koramil, KSPH dan aparat pendukung lainnya. Tapi semuanya terkesan tidak berfungsi. “Dandim yang turun sewaktu-waktu dan tidak setiap saat bisa menangkap satu fuso kayu di Plampang dan Moyo Hulu. Sementara aparat di kecamatan dan desa yang punya wilayah justru tidak melakukan apa-apa. Ada apa ini,” tukas Bupati.

Baca Juga  Potensi Tsunami, Gempa 7,4 Guncang Hindia Selatan Jawa
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc

Upaya pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Husni-Mo sudah dilakukan dengan membentuk Operasi Gabungan (Opgab) dan berhasil menangkap sejumlah tersangka dan mengamankan ratusan kubik kayu. Tapi setelah Opgab bubar, illegal logging kambuh lagi bahkan lebih ganas. “Haruskah kita kalah dengan perampok kayu yang hanya segelintir orang itu ? ataukah oknum-oknum aparat ikut bermain dan membekingi mereka ? ini yang menjadi pertanyaan yang harus dijadikan bahan interospeksi dan renungan kita bersama,” ujar Bupati.

Padahal dampak dari illegal logging itu bukan hanya dirasakan saat ini tapi di masa mendatang. Indikasinya sudah terasa, dengan menyusutnya jumlah mata air. Banyak sumber mata air yang mengering dan banyak hutan yang gundul. Jika ini terus dibiarkan, tinggal tunggu bencana datang menerjang. Karena itu, persoalan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Ia sudah meminta Sekda mengundang semua komponen di antaranya camat, SKPD terkait, Forkopimda dan lainnya, Senin (5/9) mendatang. “Kami undang semuanya, karena ini masalah bersama dan harus menjadi tanggungjawab bersama,” pungkasnya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD