Jika Harga Rokok Naik, APTI Usul DBHCHT NTB 3 Triliun

oleh -9 views

MATARAM, SR (31/08/2016)

Wacana kenaikan harga rokok disambut positif Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Nusa Tenggara Barat (APTI–NTB). Sebab dinilai kenaikan harga rokok hasilnya dapat dirasakan oleh semua pihak, seperti pemerintah, petani, pedagang, dan buruh tani. “Tidak ada masalah. Silakan saja dinaikkan harga rokok tetapi kita berharap dari hasil kenaikan itu ada pemerataan yang berkeadilan,” kata Ketua Umum APTI NTB, Lalu Sahabuddin kepada SAMAWAREA, Rabu (31/8).

Dalam rapat bersama DPR RI dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Juli lalu, Ia telah mengusulkan kepada DPR – RI agar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk NTB ditambah dari Rp 300 Miliar menjadi Rp 3 Triliun. NTB sebagai sentra budidaya tanaman tembakau sangat patut memperoleh bagian yang lebih besar. “Kalau memang rokok ini dijual dengan harga 50 ribu per bungkus maka saya  mengusulkan DBHCHT untuk NTB menjadi 9 triliun per tahun,” imbuhnya.

Bagaimana jika masyarakat berhenti merokok karena harga yang cukup mahal, Lalu Sahabuddin menyatakan sangat kecil kemungkinannya. Masyarakat tidak akan berhenti merokok, hanya mengurangi jumlah dan intensitasnya. Tapi ketika pendapatan masyarakat semakin baik, harga rokok yang mahal tidak menjadi masalah.

Tembakau PetaniSementara para petani tembakau virginia harap-harap cemas dengan bergulirnya isu kenaikan harga rokok hingga tiga kali lipat. Jika isu itu benar petani tembakau berharap agar perusahaan membeli tembakau omprongan mereka dengan harga tiga kali lipat juga. “Pemerintah harus menekan perusahaan tembakau untuk membeli tembakau kami dengan harga yang tinggi. Sangat tidak adil rasanya kalau pemerintah menaikkan harga rokok untuk menaikkan cukai tembakau, sementara harga tembakau petani tidak ikut dinaikkan,” pungkas Zainuddin, salah seorang petani tembakau. (RIZ/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Gubernur Segerakan Bantuan Perumahan di Batu Rotok

No More Posts Available.

No more pages to load.