Belum Ada TPA, Plampang Dikepung Sampah

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (31/08/2016)

Lambat laun Kecamatan Plampang akan terlihat kumuh. Pasalnya sampah terserak dimana-mana, bahkan semakin menumpuk tanpa ada penanganan. Jika terus dibiarkan, Plampang akan terkepung sampah. Kondisi ini terlihat mulai dari gerbang timur dan sepanjang jalan negara lintas Sumbawa—Bima. Selain itu sampah juga tercecer di pagar-pagar kebun milik warga, karena sampah yang dibuang itu mudah tersulut api hampir setiap tahun pagar dan kebun selalu menjadi sasaran kebakaran. Pemerintah kecamatan setempat sudah berupaya untuk terus menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Namun upaya ini tak membuahkan hasil. Salah satu persoalan yang paling mendasar, di Kecamatan Plampang tidak tersedia tempat pembuangan akhir (TPA, sehingga setiap tahun sampah selalu menjadi persoalan. “Saya sudah lelah bikir pagar karena setiap tahunnya selalu terbakar. Ini karena masyarakat buang sampah di pinggir pagar kebun saya. Saya berharap pemerintah memikirkan adanya TPA di Plampang ini,” kata pemilik kebun, Muhammad Jema.

Camat Plampang, ZubaidiYasin S.Sos
Camat Plampang, Zubaidi Yasin S.Sos

Sementara Camat Plampang, Zubaidi Yasin S.Sos yang ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, Selasa (30/8) kemarin, mengakui belum adanya TPA di wilayahnya. Ia mengaku sudah mengusulkannya dan telah direspon. Pihaknya diminta untuk menyediakan calon lokasi untuk dibangunnya TPA. Disebutkan Camat, ada dua calon lokasi yang disiapkan yaitu di Desa Plampang dan Desa Muer. Setahun lalu, dua lokasi ini telah dicek tim dari Bagian Aset Pemda Sumbawa, namun sampai sekarang tindaklanjutnya belum ada kepastian. “Kami tetap berharap TPA segera dibangun, agar tidak ada lagi persoalan sampah di Plampang yang selalu dikeluhkan masyarakat,” pinta Zubaidi. (BUR/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Pasien Gangguan Jiwa Ringan Ramaikan Layanan Poli Jiwa RSUD Asy Syifa

No More Posts Available.

No more pages to load.