Mahasiswa UTS Gagas Gerakan 1000 Al-Qur’an dan Marga Karya Menulis

oleh -28 views

SUMBAWA BESAR, SR (30/08/2016)

Lain di Desa Batu Tering, lain juga di Desa Marga Karya Kecamatan Moyo Hulu. Setelah Kelompok 9 Mahasiswa KKN Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menggelar kegiatan pencanangan Desa Batu Tering Menuju Desa Wisata, kali ini Kelompok I berhasil merealisasikan program kerja Gerakan 1000 Al-Qur’an. Program ini direalisasikan dengan membagikan Kitab Suci Al-Qur’an dan perlengkapan shalat ke empat masjid di Desa Marga Karya, kemarin. Gerakan 1000 Al-Qur’an ini diwacanakan setelah melihat kondisi tempat ibadah di empat dusun berbeda dan juga beberapa Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) yang dirasa masih membutuhkan kitab suci Al-Qur’an dan Iqro.

Kelompok 1 KKN UTS melalui Sekretarisnya, Rifqah Assalamah menjelaskan bahwa realisasi Gerakan 1000 Al-Qur’an ini dapat terwujud berkat donasi dari Pimpinan Daerah Persatuan Muslimah (PD Salimah) Depok, Jawa Barat. Donasi yang diberikan oleh PD Salimah Depok berupa uang tunai sebesar Rp 14 juta. Dana ini kemudian dialokasikan untuk membeli Al-Qur’an dan terjemahan, Iqro, dan perlengkapan shalat. Al-Qur’an dan perlengkapan shalat dibagikan untuk masjid, tokoh agama, dan anak–anak pemenang lomba hafalan surat pendek dan lomba adzan yang dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-71. Pembagian Al-Qur’an dan perlengkapan shalat ke masjid dan tokoh agama dilakukan pada Minggu (28/8), sedangkan ke 7 TPQ, Senin (29/8).

Marga Karya UTS 1Selain Gerakan 1000 Al-Qur’an, Kelompok 1 KKN UTS juga melaksanakan berbagai program lainnya seperti di bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mensosialisasikan pengolahan hasil alam “ikan gabus” menjadi nugget kepada Tim Penggerak PKK dan masyarakat desa. Remaja dan anak–anak Desa Marga Karya juga tak luput dari perhatian Kelompok 1.  Mereka diajak untuk berkumpul dan belajar bersama dalam sebuah ruang budaya berupa klub menulis yang diberi nama Maris Writing Club. Program Marga Karya Menulis yang digagas ketua program kelompok 1, Ahmad Buhori dari Fakultas Komunikasi dan Masanji dari Fakultas Psikologi ini telah mengadakan 3 kali pertemuan. Dua pertemuan digunakan untuk berkumpul dan berdiskusi seputar baca–tulis, pada pertemuan ketiga praktik menulis, dan merilis halaman facebook Maris Writing Club sebagai sarana publikasi karya mereka. “Sebagai sebuah ruang budaya, mengingat betapa lenturnya dunia kepenulisan, kami berharap klub ini dapat membuka diri dalam berdiskusi, belajar dan berkarya. Maksudnya, tak terbatas seputar mendiskusikan buku atau karya sastra semata, tapi bisa meluas seperti diskusi film. Akan tetapi untuk perihal kreasi, kita baru mengkreasikan sebatas menulis apa yang dirasa, diinginkan, dalam bentuk sastra,” ungkap Abook—akrab Ahmad Buhori disapa.

Baca Juga  PENYEBARAN COVID-19 YANG MENGAKIBATKAN LEMAHNYA EKONOMI MASYARAKAT

Dia berharap remaja dan anak–anak di desa setempat dapat belajar dan berkarya merespon banyak hal yang terjadi dalam keseharian mereka. Menulis sajak, puisi, cerpen, travel writing, hingga jurnalistik. “Semoga klub ini bisa terus berkiprah dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.