GMAK Desak Kejaksaan Buka Kembali Kasus DAK 2012

oleh -6 views

Kejaksaan: BPK Nyatakan Tidak Ada Kerugian Negara

SUMBAWA BESAR, SR (29/08/2016)

Meski penyelidikan kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Tahun 2012/2013 senilai Rp 14 Milyar sudah dihentikan, namun Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMAK) meminta Kejaksaan Negeri Sumbawa membuka kembali kasus tersebut. Desakan ini disampaikan massa GMAK yang mendatangi Kantor Adhiyaksa tersebut, Senin (29/8).

Di hadapan Kepala Seksi Intelijen Kejari Sumbawa, Erwin Indrapraja SH MH yang menerima mereka di ruang Pos Pelayanan Hukum, Sekretaris GMAK, Dinul Haq menduga kasus tersebut dipetieskan. Kejaksaan katanya, harus kembali menangani kasus itu karena sejauh ini belum pernah turun ke lapangan untuk mengecek secara detail beberapa item proyek atau jenis kegiatan yang anggarannya berasal dari DAK tersebut. Adalah belanja meubleur sekolah Rp 1,22 M, pengadaan alat-alat peraga Rp 340,9juta, pengadaan konstruksi gedung sekolah Rp 10,6 M, Rehabilitasi bangunan Rp 1,67 miliyar, dan pengadaan konstruksi bangunan pagar Rp 163,6 juta. “Kami minta kejaksaan turun ke lapangan untuk mengecek item pengerjaan proyek. Karena dari pengecekan ini kemungkinan akan ditemukan bukti baru,” kata Dinul Haq. Selain itu, lanjutnya, GMAK juga ingin mengetahui apa kendala yang dihadapi tim penyidik sehingga kasus itu buntu di tengah jalan.

GMAKKasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sumbawa, Erwin Indrapraja SH MH memberikan apresiasi atas kedatangan GMAK. Namun Ia mengaku bukan tim yang menangani kasus itu. “Timnya sedang berada di Mataram untuk mengikuti sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” kata Erwin.

Baca Juga  "Rumah Mengenal Al Quran" Terancam Ditutup Permanen

Meski demikian dari informasi yang diterimanya, bahwa penanganan kasus itu sudah dihentikan karena menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTB tidak menemukan adanya kerugian negara. Selain itu sejumlah pihak juga sudah diperiksa. Jika GMAK memiliki bukti baru, tidak ada alasan bagi kejaksaan untuk tidak melanjutkannya. Ia berjanji akan menfasilitasi GMAK untuk bertemu dengan Tim yang menangani kasus ini. Tapi tidak dalam waktu dekat, karena tim masih disibukkan dengan proses peradilan kasus korupsi di Mataram, di samping kegiatan penting lainnya. “Nanti kita jadwalkan pertemuan kemungkinan pertengahan September. Dalam pertemuan itu kita akan sepakati kapan turun ke lapangan,” imbuhnya.

Di bagian lain pertemuan itu, Erwin mengingatkan GMAK bahwa desakan dan tuntutannya murni kepentingan penegakan hukum, tidak ada tendensi politik. Selain itu aspirasi yang disampaikan tetap dalam sikap yang sopan, santun dan elegan, serta selalu menjaga kondusifitas daerah. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.