Pemanfaatan Rawa Lebo Terus Dioptimalkan

oleh -8 views

SUMBAWA BARAT, SR (18/08/2016)

Keberadaan Rawa atau Danau Lebo di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus dioptimalkan. Hasil pertemuan Wakil Bupati dengan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekonomi (P3E) Bali Nusa Tenggara dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Provinsi NTB beberapa waktu lalu membahas mengenai pemanfaatan Danau Lebo. Pasca pertemuan tersebut, P3E mengadakan survey lokasi yang dilanjutkan dengan diskusi bersama antara P3E, Badan Lingkungan Hidup (BLH), dan Badan Perencana Daerah (Bappeda) dengan nelayan dan petani yang berada di sekitar Lebo. Dalam diskusi yang dihadiri Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin ST, P3E menyampaikan hasil survey yang dilakukan. Salah satunya alasan mengapa luas Danau Lebo selalu menyusut menjadi 80-an hektar dari 120 hektar. Berkurangnya lahan itu karena dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai lahan pertanian.

Wakil Bupati KSB Fud Syaifuddin ST dalam diskusi optimalisasi Rawa Lebo
Wakil Bupati KSB Fud Syaifuddin ST dalam diskusi optimalisasi Rawa Lebo

Danau Lebo adalah danau yang sangat subur karena tempat bertumpuknya limbah seperti limbah pupuk pertanian yang berlebihan sehingga larutan tersebut bertumpuk dan padat. Parahnya lagi, limbah rumah tangga yang berada di sekitar Danau atau Rawa Lebo, tidak dikelola dengan baik. Akibatnya arus sungai yang membawa limbah rumah tangga dari dalam kota menuju danau ini membuat tumbuhan rawa sangat subur. Tanaman terus berkembang biak, mati tumbuh silih berganti sepanjang tahun. Tanaman yang mati mengendap dan membuat Rawa Lebo semakin dangkal hingga menyusut menjadi 80 hektar. Untuk mengatasi kondisi ini, tidak bisa dengan hanya melakukan menormalisasi atau pembersihan Rawa Lebo karena akan memakan waktu yang cukup lama. Yang harus didahulukan adalah menghilangkan penyebab atau sumber tercemarnya Rawa Lebo. Di bagian lain P3E juga menyampaikan bahwa Rawa Lebo akan dipasang sabuk pengaman dan akan dibagi dalam dua zona. Zona pertama dimanfaatkan untuk wisata dan kuliner, tergantung kebutuhan daerah. Zona kedua, untuk kawasan perlindungan kehidupan satwa yang sudah ada sebelumnya agar tetap berkembang biak. (HEN/SR)KetahananESDM KSBBPMLH KSBHUT kelautan KSBHUT Laut KSB

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Komunitas Ruang Sandi Jakarta Siap Promosikan Pariwisata NTB