Mahasiswa UNSA Kibarkan 1000 Bendera di Pulau Bedil

oleh -21 views

Inisiasi Upacara HUT RI ke-71

SUMBAWA BESAR, SR (17/08/2016)

Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Angkatan XVIII Kelompok XXII Universitas Samawa (UNSA) menginisiasi kegiatan upacara bendera memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Pulau Bedil, Desa Labuan Bajo, Kecamatan Utan, Rabu (17/8). Untuk pelaksanaannya, mahasiswa tersebut bekerjasama dengan Karang Taruna setempat.

Ketua KKL XXII, Abdul Rauf kepada koresponden SAMAWAREA langsung di lokasi, menilai kegiatan tersebut sangat menarik karena dilakukan pengibaran 1000 bendera di Pulau Bedil. Hal ini dilakukan sebagai wujud pengabdian terhadap nilai-nilai kemerdekaan terutama generasi muda. Bertindak sebagai pembina upacara Kepala Desa Labuhan  Bajo. Hadir sebagai peserta upacara dosen pembimbing mahasiswa KKL Kelompok XXII, Polisi Masyarakat Desa Labuhan Bajo, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Upacara Pulau Bedil 1Upacara Pulau Bedil 2Kepala Desa Labuhan Bajo, Telana AM, memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKL UNSA dan Karang Taruna yang telah menginisiasi pelaksanaan upacara bendera dengan melakukan pengibaran seribu bendera di Pulau Bedil. “Ini salah satu wujud memaknai akan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kita. Untuk itu melalui momentum hari kemerdekaan ini kita wujudkan visi pembagunan nasional yaitu menjadikan bangsa Indonesia sebagai poros maritim dunia,” cetusnya.

Pembimbing Mahasiswa KKL Kelompok XXII Universitas Samawa, Dedi Syafikri, M.Si mengatakan, dilaksanakannya upacara di Pulau Bedil ini sebagai salah satu bentuk refleksi atas kecintaan dan penghormatan terhadap NKRI, pejuang dan kemaritiman RI. Mengingat Indonesia negara dengan luas wilayah perairan 17.000 kilometer, dan nenek moyang bangsa adalah seorang pelaut. Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Sumbawa juga merupakan wilayah kepulauan. Demikian pula tanpa disadari bahwa sumber mata pencaharian berasal dari laut. Dengan jumlah potensi ekonomi kemaritiman tidak kurang dari Rp 300 trilliun setiap tahun. Karenanya menurut Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyrakat (LPPM) Universitas Samawa ini, tindak lanjut dari program KKL ini pihaknya akan menjadikan Desa Bajo sebagai desa binaan karena sangat potensial sebagai kawasan kemaritiman atau sebagai salah satu Kawasan Konservasi Perairan jenis Taman Wisata Perairan (KKP-TWP) Pulau Keramat Bedil dan Temudong (KaBeTe) di Kabupaten Sumbawa. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  SMAN 1 Sumbawa Tiadakan Jalur PPDB MIPA Open

No More Posts Available.

No more pages to load.