Inilah Rintihan Siswa Sekolah Terpencil di Upacara Hari Kemerdekaan

oleh -11 views
Ahmad Robi dari SDN 2 Sebeok dan Sevira Gaida Arminingtyas dari SDN Lunyuk Ode

SUMBAWA BESAR, SR (17/08/2016)

Upacara Detik-Detik Proklamasi di Kabupaten Sumbawa ini berbeda dengan upacara serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab dalam upacara Hari Memperingati Kemerdekaan RI ke-71 itu, dua orang siswa dari sekolah terpencil diberikan kesempatan untuk menyampaikan rintihan hatinya di hadapan Bupati, Wakil Bupati Sumbawa, Ketua DPRD dan seluruh jajaran birokrasi termasuk hadir Kepala Dinas Pendidikan Sumbawa, Sudirman Malik S.Pd.

Kesempatan pertama disampaikan Ahmad Robi. Siswa Kelas 6 SDN 2 Sebeok, Kecamatan Orong Telu ini mengaku bersyukur mendapat pendidikan yang sama sebagaimana teman-temannya yang berada di kota. Namun mereka merasa iri dengan siswa di kota yang memiliki sekolah bagus, jumlah guru yang cukup, buku bacaan yang banyak, dan sarana dan prasarananya yang memadai. Bahkan siswa di kota sudah mengenal pembelajaran dengan internet, karena sinyal dan PLN hidup siang dan malam. Sementara mereka, ruang kelasnya sebagian masih beralaskan semen dan berlubang. Belum lagi kelas yang harus disekat menjadi dua. Mirisnya lagi, guru yang ada sebagian besar berstatus guru bantu, buku-buku bacaan yang masih sangat terbatas karena belum memiliki perpustakaan.

Apalagi yang namanya pembelajaran dengan internet, tidak pernah dirasakan. Kondisi ini cukup berasalan karena di sana belum ada sinyal, sehingga komunikasi sangat terbatas. Belum lagi PLN menghidupkan listrik hanya pada malam hari. “Kiranya bapak Bupati yang sangat kami hormati dapat mendengar suara hati kami, yang hidup di daerah pinggiran dan terpencil ini, sehingga bisa sejajar dengan teman-teman kami yang ada di kota. Kami akan terus berjuang dan belajar dengan sungguh-sungguh apapun keadaan kami. Kami menyadari kami adalah bagian dari generasi penerus harapan bangsa. Kami ingin hebat, sebagaimana teman-teman kami di kota,” ujarnya lirih.

Baca Juga  Saat KSB Zona Hijau, Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dibuka

Ditambahkan Sevira Gaidah Arminingtias. Siswa SDN Lunyuk Ode Kecamatan Lunyuk ini menyatakan bahwa mereka adalah anak bangsa yang terlahir dari daerah terpencil yang memiliki semangat, keinginan dan segudang harapan serta cita-cita, sebagaimana daerah-daerah lain yang sudah maju. Mereka juga tidak ingin dikucilkan dan terbelakang di bidang pendidikan. “Karena itu bapak bupati yang kami hormati, bolehkan kami maju ? kalau boleh jadikanlah daerah kami yang selalu maju, dan terdepan di bidang pendidikan,” pintanya.

Sevira yang mewakili seluruh siswa di daerah terpencil meminta Bupati untuk memperhatikan nasib mereka dan nasib guru mereka. Mereka membutuhkan guru yang hebat, sebab di daerahnya sebagian besar masih kekurangan guru. “Kami masih dididik seadanya. Kami juga sangat kekurangan buku bacaan, kursi dan meja belajar masih banyak tidak layak pakai karena usianya sudah tua. Bahkan lantai sekolah kami ada yang berlubang dan sudah berdebu. Kami butuh jaringan internet yang lancar. Karena di sekolah kami, sinyal kadang-kadang ada dan kadang-kadang tidak ada. Sehingga kami tidak dapat mengetahui pengetahuan lebih banyak lewat internet. Kami butuh listrik yang baik, tidak sering mati, sehingga tidak mengganggu proses belajar kami di kelas melalui tayangan LCD,” imbuhnya.

Keinginan mereka untuk maju sangat besar dan tetap semangat dalam menuntut ilmu. Terbukti, setiap kegiatan selalu mereka ikuti seperti OSN, O2SN, dan kerap mewakili kecamatan ke tingkat kabupaten. Tapi mereka selalu gagal masuk ke babak selanjutnya, mungkin karena keterbatasan yang dimiliki termasuk guru yang dapat membimbing dan membinanya serta tekhnologi informasi dan komunikasi yang tidak lancar. “Kami mohon kepada Bapak Bupati dapat memperhatikan kami, menengok kami, dan memenuhi harapan dan impian kami, sebagai anak-anak bangsa yang berada di daerah terpencil. Kami berjanji untuk belajar dengan giat dan sungguh-sungguh, sehingga dapat bersaing dengan teman-teman yang lain seperti daerah lain yang sudah maju. Melalui pendidikan kami siap persembahkan dan mewujudkan “Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat”. Sumbawa yang “Senap Semu Nayaman Nyawe”. Sehingga kami sebagai generasi anak bangsa di Tana Samawa ini, kedepan dapat membawa kualitas pendidikan ini menjadi lebih maju serta mampu bersaing dan diperhitungkan oleh daerah-daerah lain, baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Nasional,” pungkasnya. (JEN/SR)HUT RI Sumbawa

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.