Tim Monev PKP SPM Puji SMPN 1 Badas dan SDN Poto

oleh -21 views
Tim Monev PKP SPm Pusat Drs Liberty Marpaung, M.Ed dan Varian Geni Kusuma, S.Kom yang didampingi langsung Kasubag Program Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud, ME

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS DIKNAS KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (16/08/2016)

Setelah SMPN 1 Badas dan MTs Negeri Sumbawa, Tim Monitoring dan Evaluasi dari pusat, menyambangi dua sekolah di Kabupaten Sumbawa, yakni SDN Poto dan MIN Bekat, belum lama ini. Monev yang dilakukan tim terdiri dari Drs Liberty Marpaung, M.Ed dan Varian Geni Kusuma, S.Kom yang didampingi langsung Kasubag Program Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud, ME ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan program PKP-SPM di Sumbawa. Evaluasi tim ini masih sama mulai dari sejauhmana keikutsertaan sekolah selama program berlangsung, kemampuan narasumber, hingga manfaat yang didapatkan dari keberadaan program.

Kepala SDN Poto, Sudirman Hamid, SPd.I yang dikonfirmasi mengaku sangat bersyukur karena dari sosialisasi yang diberikan mereka mengetahui indikator-indikator capaian untuk Standar Pelayanan Minimum (SPM) di sekolah. “Kita pun sudah optimal melaksanakan indikator-indikator yang menjadi kewenangan sekolah, meski masih ada yang perlu dimaksimalkan lagi,” katanya.

SPm DikdasKetua Komite SDN Poto, Yani Sagaroa menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk membangun sinergisitas dengan pihak sekolah termasuk dengan UPT SD dan PAUD di kecamatan setempat. Meski SPM di SDN Poto, diakui Yani, belum begitu maksimal, tapi pihaknya sudah berupaya untuk memenuhinya dengan memberikan peran dalam mendukung proses belajar mengajar.

Dalam mendukung proses belajar mengajar, tambah Yani juga aktivis lingkungan ini, bahwa komite tengah mengembangkan satu program strategis, dengan menginisiasi program literasi. Dalam kegiatan ini, pihaknya mendapat bantuan sosial dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di samping bekerjasama dengan Dinas Diknas Kabupaten Sumbawa. Komite membantu guru, mendorong bahwa literasi ini sangat penting untuk dipahami oleh pendidik. Karena menurutnya literasi adalah salah satu alternatif lain, selain proses belajar di dalam kelas menggunakan buku formal.

Baca Juga  Hari Pertama UN 3 Peserta Tidak Hadir

Sementara Kepala MIN Bekat, Nurrafiah, SPd.I mengakui pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi SPM sangat bermanfaat sehingga yang diterapkan bisa optimal sesuai dengan indikator yang menjadi kewenangan sekolah. Nurrafiah mengaku yang terberat bagi sekolah dalam penerapannya adalah pengadaan buku K13 umum. Kesulitan ini karena dananya dipangkas sehingga buku pengadaan buku tidak terealisasi. “Kami berharap selain Diknas, sekolah dan komite juga harus berperan dalam pemenuhan SPM,” timpal Kasubag Program Dinas Diknas Kabupaten Sumbawa, Amir Mahmud ME.

Tim Monev, Drs Liberty Marpaung M.Ed, mengakui dari hasil evaluasi yang dilakukan, pemenuhan SPM di Sumbawa dinilainya cukup baik, bahkan Ia memuji SMPN 1 Labuhan Badas, yang melakukan program literasi. Untuk SDN Poto, peran komitenya yang cukup aktif dalam mendukung program belajar mengajar. Liberty berjanji akan mengekspos keberhasilan ini di tingkat pusat sehingga dapat menjadi contoh secara nasional. “Tapi kami belum bisa katakana pemenuhan SPM di Sumbawa yang terbaik. Kita harus membandingkannya dengan hasil evaluasi SPM di daerah lain. Ada 108 kabupaten/kota, 29 kabupaten/kota yang dievaluasi. Tetapi untuk sementara kami sangat puas melihat hasilnya di sini,’’ demikian Liberty. (JEN/SR/*)HUT RI Sumbawa

bankntb DPRD DPRD