Home / Pendidikan / Mahasiswa KKN UTS Dorong Masyarakat Menjadi Wirausahawan

Mahasiswa KKN UTS Dorong Masyarakat Menjadi Wirausahawan

SUMBAWA BESAR, SR (16/08/2016)

Setelah menggelar seminar hingga menghasilkan produk unggulan berupa Sirup Asam Batu Bulan yang diharapkan dapat menumbuhkan usaha ekonomi baru di Desa Batu Bulan Kecamatan Moyo Hulu, kini mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Kelompok 13 kembali berinovasi. Para mahasiswa ini kembali menggelar Seminar Usaha Mikro Kecil dalam upaya membangkitkan minat dan kreatifitas masyarakat setempat. Materi seminar yang bertemakan “Potensi Pasar dan Peluang UMKM Desa untuk Meningkatkan Ekonomi Mayarakat” ini langsung disampaikan Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa, Manaungi, S.H. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Batu Bulan tersebut dihadiri penggiat dan pioneer Usaha Mikro Kecil (UMK) dari beberapa desa tetangga, seperti Desa Maman, dan Desa Leseng termasuk dua UMK bentukan KKN UTS Kelompok 13 di Desa Batu Bulan yang bergerak di dua bidang berbeda. Adalah UD Yudi ‘Alqamar yang bergerak di bidang produksi pengelolaan pangan sirup asam, dan Kelompok Bulan Masam yang bergerak di bidang kerajinan sabut kelapa.

Selaku narasumber Manaungi memaparkan seputar dunia Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Mikro Kecil (UMK) seperti regulasi yang mengatur dan menjaga usaha kecil, strategi dan peluang pasar bagi UMK dan UKM baru, sistematis legalisasi dan perijinan usaha dan industry rumahan, serta pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) agar lebih berkompeten dan mampu menciptakan produk yang mampu bersaing.

KKN UTS Baru 2KKN UTS Baru 1Manaungi juga memberikan tips-tips sederhana namun konkrit untuk dapat menjadi wirausaha yang sukses. Yaitu harus memiliki komitmen, kerja keras, dan ketekunan dalam menjalankan usahanya. Selama ini kecamatan-kecamatan di Kabupaten Sumbawa mendapatkan jatah untuk dapat tedaftar secara resmi di dinas. Perijinan menurut Keputusan Presiden yang turunannya Keputusan Bupati Sumbawa, dapat diterapkan di kecamatan masing-masing. Namun, Kecamatan Moyo Hulu yang mendapatkan jatah 12 UKM dan UMK pada Tahun 2016 ini belum melahirkan pioneer-pioner wirausahawan dan wirausahawati. Padahal selain memperoleh ijin resmi usaha, ijin tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dengan melakukan peminjaman baik di koperasi maupun di 3 bank BUMN yang terdaftar.

Selain itu, Manaungi menjelaskan cara agar UKM dan UMK dapat mengembangkan skill (kemampuan) SDM yakni melalui pelatihan. Dalam kesempatan itu Manaungi memberikan lampu hijau bagi seluruh peserta seminar yang dominan dari UKM dan UKM untuk mendapatkan jatah pelatihan dan softskill dalam mengembangkan produk. Salah satu UMK yang langsung menerima jadwal pelatihan di Mataram (Diskoperindag Provinsi NTB) adalah Kelompok Bulan Masam dengan mengutus lima orang perwakilannya. “Rencananya pelatihan itu akan dilaksanakan akhir Agustus. Kami minta UKM dan UMK lainnya dapat mengajukan proposal permohonan pelatihan yang nantinya akan difasilitasi,” katanya.

Di bagian lain Manaungi berpesan kepada UKM dan UMK di desa-desa yang menjadi tempat mahasiswa mengabdi (KKN maupun KKL) agar mampu memanfaatkan kemampuannya untuk membantu mengembangkan dan  melakukan inovasi produk bagi UKM dan UMK. (Novian Dede Prakoso)HUT RI DisporaHUT RI DishubkominfoHUT RI BPM LHHUT RI Sumbawa BaratHUT RI SumbawaHUT RI Kapolres

 

Lihat Juga

Selamat ! UNSA Kembali Mendapatkan Hibah PHP2D Kemenristek

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9/8/2020) Bersaing dengan berbagai kampus (Perguruan Tinggi) terbaik di Indonesia, baik negeri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *