Inspektorat Bina Desa tentang Tata Kelola Keuangan Desa

oleh -2 views
Inspektorat KSB, Adi Mauludin

SUMBAWA BARAT, SR (15/08/2016)

Anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat dan kabupaten kepada desa cukup besar. Namun dalam pengelolaannya pemerintah desa banyak yang kurang paham terutama tentang pengadministrasi keuangan. Hal ini yang pemicu adanya protes dan konflik di masyarakat. Pemerintah daerah harus turun tangan untuk mengantisipasi, salah satu menugaskan Inspektorat yang memiliki andil dalam meningkatkan tata kelola keuangan desa.

Seperti yang terjadi di Desa Labu Lalar, masyarakat mengeluh bahkan menggelar aksi demo dengan menyampaikan berbagai tuntutan terkait pengalokasian dana desa. “Banyak tuntutan masyarakat yang kami terima, setelah kami selidiki ternyata kesalahannya terletak pada pengadministrasian saja,” kata Kepala Inspektorat Sumbawa Barat, Adi Mauludin kepada SAMAWAREA di ruang kerjanya, Senin (15/8).

Untuk memberikan pemahaman kepada pemerintah desa ungkap Adi, pihaknya berinisiatif melakukan bimbingan tata kelola keuangan desa dan belum lama ini telah dilakukan di Desa Labu Lalar. “Kami sudah mulai dari Desa Labu Lalar, alhamdulillah berhasil,” akunya.

Terhadap bimbingan ini, pihaknya menargetkan satu kecamatan satu desa. Ini dilakukan karena jumlah tenaga auditor yang terbatas yakni hanya 6 orang. Karena itu ketika ada desa yang berminat dan bersemangat untuk bimbingan ini, pihaknya sangat siap. Asalkan pembimbing maupun pihak desa sama-sama aktif sehingga cepat memahami tentang pengelolaan keuangan desa. Atau bisa juga desa itu melakukan studi banding ke desa yang sudah dibina untuk menimba ilmu. “Sekarang kami sudah menerima surat permintaan dari Desa Beru Kecamatan Barang Rea, dan langsung kami tindaklanjuti,” tandasnya. (HEN/SR)HUT RI Sumbawa Barat

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Gubernur NTB: Pencegahan Harus Jadi Perhatian KPK

No More Posts Available.

No more pages to load.