Sehari, PA Sumbawa Lahirkan 2 Janda

oleh -58 views
Wakil Panitera PA Sumbawa, Kartika Sri Rohana SH

SUMBAWA BESAR, SR (09/08/2016)

Angka perceraian di Kabupaten Sumbawa cukup tinggi. Selama 6 bulan (Januari—Juni) 2016, tercatat 491 janda yang dihasilkan Kantor Pengadilan Agama (PA) Sumbawa Besar melalui cerai talaq dan cerai gugat. Artinya, dalam sebulan terdapat 82 janda atau 2 orang janda dalam sehari. Jumlah janda ini sama dengan jumlah duda. Karena setiap perceraian pasti menghasilkan janda dan duda. Demikian tahun 2015, dalam setahun melahirkan 893 janda atau sehari 2 orang janda yang jumlahnya hampir sama dengan tahun ini.

Wakil Panitera Pengadilan Agama Sumbawa, Kartika Sri Rohana SH yang dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya, Selasa (9/8), mengakui hal itu. Dari jumlah perceraian yang tercatat di PA, didominasi dengan cerai gugat yaitu gugatan perceraian yang diajukan istri. Paling tinggi penyebab perceraian karena faktor ekonomi. Misalnya, suami tidak bekerja. Penghasilan istri lebih tinggi dari suami. Istri menjadi TKW setelah hidupnya berubah menceraikan suami. Ada juga istri jadi TKW suami nikah lagi, perselingkuhan dan tidak ingin dimadu. Namun tidak semua gugatan tersebut berakhir dengan perceraian. Sebab dalam proses persidangan gugatan perceraian, majelis hakim wajib memediasi kedua belah pihak. Paling banyak yang berhasil dimediasi adalah pertekaran karena emosi sesaat. Tapi tidak sedikit gugatan yang diajukan dikabulkan. Biasanya gugatan tersebut diajukan setelah persoalannya sudah terlalu parah dan sulit untuk dipersatukan kembali.

Baca Juga  Gowes Bareng, Cara TNI—Polri di NTB Perkuat Sinergitas dan Soliditas

Disinggung banyaknya komplin masyarakat terhadap proses perceraian di PA yang terkadang tidak diketahui oleh tergugat, diakui Kartika. Menurutnya, penggugat atau tergugat tidak pernah hadir saat persidangan meski sudah dilayangkan panggilan (relas), sehingga produk putusannya verstek (tidak dihadiri penggugat/tergugat). Mengenai relas yang tidak sampai ke tangan tergugat, Kartika mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan SOP terkait pemanggilan tersebut. Panggilan itu dilayangkan ke alamat sesuai alamat yang tertera pada permohonan penggugat. Juru sita PA wajib bertemu dengan tergugat untuk menyampaikan relas dimaksud. Tapi jika tidak ditemukan, juru sita akan menyerahkan relas itu ke kelurahan atau ketua RT. Sepanjang kelurahan atau RT menerima relas itu, maka sudah dianggap patut. Sebaliknya jika tidak diterima, alamat tergugat akan kembali dipertanyakan kepada penggugat. Demikian ketika tergugat tidak diketahui keberadaannya atau alamat tidak ditemukan, perkara digaibkan (cerai gaib). “Memang kami akui banyak komplin karena tiba-tiba keluar surat cerai, dan kami langsung memberikan klarifikasi termasuk memperlihatkan dokumen dan proses yang kami lakukan,” jelas Kartika.

Kartika juga mengaku bahwa proses gugatan perceraian rawan keamanan. Terkadang pihak tergugat datang menjemput paksa penggugat karena tidak menghendaki proses perceraian itu berlangsung. Untuk mengantisipasi hal itu dan menjamin kelancaran proses di persidangan, pihaknya memiliki petugas keamanan internal. Namun ketika melihat adanya indikasi yang berpotensi terjadinya kerawanan keamanan, pihaknya meminta pengamanan aparat kepolisian. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.