LPPM UNSA Siapkan Segudang Program Inovatif

oleh -39 views
Rektor UNSA Prof Dr Syaifuddin Iskandar M.Pd dan Ketua LPPM Ieke Wulan Ayu, STP, M.Si

SUMBAWA BESAR, SR (10/08/2016)

Salah satu unit kerja di lingkup Universitas Samawa (UNSA) yang telah menyusun program kerja pasca dilakukan pergantian pengurus adalah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). “Setelah diberikan kepercayaan oleh pimpinan kami langsung menyusun program kerja dengan memperkuat kapasitas bidang penelitian  dan pengabdian masyarakat,” kata Ketua LPPM Universitas Samawa, Ieke Wulan Ayu, STP, M.Si kepada SAMAWAREA, Selasa (9/8) kemarin.

LPPM UNSA 1Salah satu yang akan dilakukan LPPM yang sangat inovatif ungkap kandidat program doktor Pengelolaan Sumber Daya Fakultas Pertanian UB Lingkungan Universitas Brawijaya Malang ini, selain hibah Dikti dengan melakukan akses pada Penawaran Program Dana Ilmu Pengetahuan Indonesi (DIPI), juga melakukan workshop dan pendampingan proposal dan penelitian untuk dosen muda dan senior dengan mendatangkan reviewer. Selain itu penawaran Program Indonesia Toray Science Foundation. Program Toray ini setiap peneliti muda akan diberikan bantuan dana per proposal senilai Rp 50.000.000 hingga Rp 700.000.000. Selain itu, LPPM UNSA akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat baik pemerintah daerah, provinsi dan pusat bahkan dengan pihak swasta. Pada tingkat lokal LPPM UNSA akan membentuk desa-desa binaan, untuk mengembangkan desa sesuai dengan potensinya. Hal ini semata-mata untuk menjalankan tugas tri dharma perguruan tinggi pada bidang pengabdian masyarakat. Di samping itu menurut dosen yang memiliki  banyak jurnal publikasi internasional ini, LPPM juga akan mengoptimalkan kinerja pusat riset di berbagai program studi dengan membentuk kelompok-kelompok riset di dalamnya baik dosen maupun mahasiswa. Saat ini ada sebelas pusat riset yang telah dibentuk oleh program studi sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Seluruh kegiatan yang telah dilakukan oleh LPPM outputnya akan terpublish pada jurnal berskala nasional dan internasional bahkan akan memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI),” demikian Ieke. (JEN/SR)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.