Data Warga Miskin di KSB, TNP2K 50 Persen, BPS 16 Persen

oleh -1 views
Muhadi Kepala BPS Sumbawa Barat

SUMBAWA BARAT, SR (10/08/2016)

Kartu Indonesia Sehat ( KIS) yang merupakan program pemerintah pusat telah terdistribusikan kepada 54 ribu masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sumbawa Barat. Angka ini terbilang sangat tinggi untuk daerah yang hanya memiliki sekitar 112.000 penduduk. Artinya jumlah masyarakat miskin atau yang mendapat kartu KIS mencapai 50 persen dari jumlah penduduk. Ironisnya, jumlah ini sangat berbeda dengan data kemiskinan yang dimiliki Badan Pusat Statistik KSB yang mencapat hanya 16 persen atau 20 ribu penduduk miskin di Sumbawa Barat.

Menanggapi hal itu Kepala BPS KSB, Muhadi yang ditemui SAMAWAREA, Selasa (9/8) kemarin, menjelaskan data penerima kartu KIS bukan berasal dari BPS melainkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang diketuai Wakil Presiden Jusuf Kalla. BPS adalah perpanjangan tangan TNP2K, dan TNP2K meminta BPS mengumpulkan data 40% ke bawah dari jumlah penduduk masyarakat KSB yang kurang mampu. Dalam pendataan, BPS akan melihat kondisi seperti rumah, berapa anak sekolah, dan kepemilikan asset. “Inilah yang kami kirim ke TNP2K, dan TNP2K dalam mengeluarkan program yang mengacu pada data itu,” kata Muhadi.

Untuk menerbitkan KIS, indikator yang masuk dalam kriteria penerima KIS disesuaikan dengan data yang dikirim BPS KSB, sehingga munculah angka 54 ribu. (HEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Peduli Bima, PDSKJI NTB Terjunkan Puluhan Psikiater