Cabuli Bocah, Si Duda Nyaris Tewas Dihakimi Massa

oleh -14 views
Ilustrasi

SUMBAWA BESAR, SR (08/08/2016)

Jangan biarkan terlalu lama menduda jika tidak ingin bernasib seperti MT alias Me’e (30). Karena tidak mampu menahan hawa nafsu akibat hidup sendiri, petani yang tinggal di Desa Tolo’Oi Kecamatan Tarano ini tega mencabuli KR—bocah berumur 7 tahun yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Perbuatan bejatnya ini nyaris membuatnya tewas dihakimi massa. Hingga kini Me’e masih dalam perawatan medis setelah sempat tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Selain digebukin, Me’e siap-siap masuk penjara dalam waktu yang cukup lama karena bakal dijerat UU Perlindungan Anak.

Kapolsek Empang, IPTU I Nyoman Suardika yang dihubungi SAMAWAREA, Senin (8/8), kasus ini bermula ketika pagi itu korban bersama bocah sebayanya berinisial FN (7) bermain di halaman belakang rumah terlapor (Me’e). Kemudian terlapor memanggil korban lalu mengajaknya masuk rumah. Saat di dalam rumah, celana korban dilucuti. Terlapor langsung memegang kemaluan korban, dan diduga memasukan jarinya. Aksi bejat ini disaksikan teman korban yang kemudian mengadukan hal itu kepada orang tua korban. Informasi amoral ini cepat menyebar hingga ke telinga warga yang kemudian berkumpul untuk membuat perhitungan dengan terlapor. Pihak desa pun bergerak cepat untuk mengamankan terlapor. Ketika hendak dievakuasi, massa merangsek lalu menggebuki terlapor hingga babak belur. Salah seorang aparat desa pun berusaha menyelamatkan terlapor yang dalam kondisi semaput. Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak dan bertemu dengan Kasi Trantib Desa Tolo Oi bersama terlapor di wilayah perbatasan. Terlapor pun dilarikan ke Puskesmas Tarano untuk mendapat pertolongan medis. Polisi yang kembali ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP mendapati sepeda motor terlapor sudah dibakar massa. Rupanya massa yang masih kesal melampiaskan amarahnya dengan merusak kendaraan tersebut. Beruntung rumah terlapor tidak menjadi sasaran berikutnya setelah polisi memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Terlapor masih dirawat dan kondisinya saat ini sudah sedikit membaik,” kata Ajik—akrab Kapolsek berkumis tebal ini disapa.

Baca Juga  Dibantai Massa, Terduga Pencuri Ternak Tewas, Satu Sekarat

Untuk proses lebih lanjut, ungkap Ajik, korban sudah divisum dan beberapa saksi termasuk teman korban sudah dimintai keterangannya. Bahkan secara lisan, terlapor sudah mengakui perbuatannya. Namun demikian pihaknya belum menetapkannya sebagai tersangka karena belum dilakukan pemeriksaan secara resmi. “Setelah pulih, akan kami periksa. Untuk statusnya saat ini masih sebagai terlapor,” demikian Ajik. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.