Disambut Bagai Pahlawan, Syifa Diarak Keliling Kota

oleh -44 views

Murattilah Terbaik MTQ Nasional Asal Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (07/08/2016)

Bangga, itulah kata yang pantas terucap atas prestasi yang diraih Syifa Fadiyah Maulida. Putri cilik yang berumur 10 tahun ini, keluar sebagai Murattilah terbaik pada Mushabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Nasional (MTQN) di Mataram, NTB, belum lama ini. Syifa—demikian panggilan akrabnya meraih nilai 97,3333 yang merupakan nilai tertinggi pada babak final, unggul dari Helfina Eka Fumiyo asal Jambi dan Siti Nuraini asal Riau.

Didampingi kedua orang tuanya dan pelatih (guru) ngajinya, Syifa tiba di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa melalui penerbangan Garuda Airlines, Minggu (7/8) sekitar pukul 11.00 Wita. Di bandara, Syifa beserta tiga peserta MTQN asal Sumbawa lainnya disambut bak pahlawan oleh Sekda Sumbawa Drs H Rasyidi didampingi Camat Sumbawa dan sejumlah pimpinan SKPD serta masyarakat yang mengetahui kedatangannya. Sambil memegang piala kebanggaannya, Syifa diarak keliling kota dan finish di kediamannya wilayah Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa.Syifa MTQN Bandara

Disambut Sekda Sumbawa dan sejumlah pimpinan SKPD
Disambut Sekda Sumbawa dan sejumlah pimpinan SKPD

Pemda Sumbawa sangat memberikan apresiasi atas keberhasilan Syifa. Sebagai bentuk apresiasi, pemda telah menyiapkan bonus dan reward atas prestasi anak bangsa yang telah mengharumkan nama Sumbawa di kancah nasional bahkan internasional nantinya. Reward ini akan diberikan pada resepsi HUT Kemerdekaan RI sehingga dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Sumbawa sekaligus menjadi inspirasi agar muncul Syifa-Syifa lainnya. “Bukan hanya yang juara, yang tidak juara pun akan dihargai dan diberikan perhatian khusus,” kata Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin saat menunggu kedatangan Syifa dan rombongan.

Baca Juga  Presiden Tegaskan Tak Ada Penghentian Tunjangan Profesi Guru

Demikian dengan guru ngaji, Pemda Sumbawa sangat mengapresiasi jasa mereka yang telah mampu melahirkan qori-qoriah yang membanggakan, termasuk generasi Qur’ani sebagai generasi berkualitas. “Para guru ngaji yang telah berjasa tak luput dari perhatian Pemda. Insya Allah sebagaimana Qori dan Qoriah, guru ngaji akan diberikan reward,” tandasnya.

Syifa dan rombongan diarak keliling Kota
Syifa dan rombongan diarak keliling Kota

Sementara tokoh Sumbawa, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si mengaku sangat bangga dan bahagia atas keberhasilan Syifa. Ia menilai ada proses yang sangat berkualitas mengiringi kesuksesannya. Kerjasama yang apik antara orang tua dan guru ngajinya sangat menentukan raihan prestasi tersebut. Karenanya bukan hanya kepada Syifa reward diberikan tapi yang paling pantas juga diberikan kepada guru ngajinya di tempat tinggalnya di Kelurahan Samapuin. “Samapuin memang fenomenal. Setiap even STQ/MTQ, peserta yang juara sebagian besar adalah “racikan” guru ngaji di Samapuin. Bahkan guru ngaji di tempat lain yang hebat-hebat, pernah berguru di Samapuin,” kata Kepala SDIT Samawa Cendikia ini.

Untuk itu Pemda perlu memikirkan bagaimana menjadikan Samapuin sebagai ‘dapur’ pelatihan anak-anak berbakat dalam mengaji dari berbagai desa/kecamatan. Contoh konkrit, saat MTQ tingkat kabupaten beberapa waktu lalu, Kecamatan Orong Telu hampir menyalip Kecamatan Sumbawa. Setelah ditelusuri ternyata kafilahnya “dipondokkan” di Samapuin. “Saatnya kita menghargai dan memposisikan “Olimpiade Alqur’an” sama prestisiusnya dengan olimpiade matematika dan sains. Bahkan positioningnya harus jauh lebih tinggi. Semoga kita bisa melahirkan ulama yang ilmuan atau ilmuan yang ulama sekaliber Profesor Din Syamsuddin, dan lainnya,” demikian mantan Ketua DPD PKS Sumbawa yang juga Ketua Komisi IV DPRD periode 2010–2015. (JEN/SR)Iklan Syifa 222

bankntb DPRD DPRD