Banten Juara Umum MTQN XXVI

oleh -5 views

MATARAM, SR (07/08/2016)

MTQN XXVI mencatatkan kafilah Banten sebagai juara umum setelah berhasil meraih kemenangan di 6 golongan. Di susul Provinsi DKI Jakarta yang menjuarai 5 golongan, lalu Kepulauan Riau 4 golongan, dan Nusa Tenggara Barat 4 golongan. Provinsi Jawa Tengah menempati posisi lima dengan raihan kemenagan di 4 golongan, lalu Riau 3 golongan, Sumatera Barat 2 golongan, dan Aceh 2 golongan. Berada di urutan selanjutnya beberapa provinsi yang hanya menjuarai  1 golongan, yaitu: Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Barat, Sematera Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Keberhasilan Banten sebagai juara umum disambut suka cita seluruh anggota kafilah saat Ketua Dewan Hakim,  Said Agil al-Munawwar membacakan Keputusan Dewan Hakim MTQN XXVI. Kafilah Provinsi Banten berjaya pada golongan Tartil anak-anak putera, Qiraat Sab’ah Puteri, Hifdzil Quran 20 juz putera, Tafsir Bahasa Arab putera, Tafsir Bahasa Indonesia putera, dan Syarhil Qur’an.

Data statistik pada bidang perhakiman menunjukkan, distribusi juara terbagi hampir merata di semua provinsi. Juara 1 terdistribusi di 25 Provinsi, juara 2 terdistribusi di 16 provinsi dan juara 3 terdistribusi di 18 provinsi. Selain itu, terdapat juara baru dari provinsi yang selama ini bukan termasuk kategori tradisi juara, yaitu Nusa Tenggara Timur pada cabang tilawah dewasa puteri. NTT sebagai provinsi yang tidak memiliki tradisi juara, menegaskan, pembinaan dalam 3 tahun belakangan kepada putera daerah, telah memberikan hasil yang cukup menarik. Begitu pula dengan provinsi non tradisi juara, ini menegaskan bawha kekuatan MTQ tidak lagi berpusat di pulau Jawa dan Sumatera.

Baca Juga  Pentingnya Keberlanjutan Program Rintisan INOVASI di Kabupaten Sumbawa

Ketatnya penilaian dan distribusi juara menunjukkan, telah terjadi pergeseran kualitas peserta, di mana saat ini telah merata di hampir seluruh provinsi. Selain itu, distribusi ini juga menegaskan bahwa kualitas penilaian dan sistem rekrutmen melalui e-MTQ telah menunjukkan hasil yang luar biasa. Peserta yang lolos merupakan hasil seleksi terbuka, diikuti penilaian yang transparan pula.

Dirjen Bimas Islam yang juga Ketua Umum LPTQ Nasional Machasin menyambut baik hasil yang dicapai pada MTQN XXVI ini. Menurutnya, MTQN XXVI tahun ini menggunakan sistem penilaian yang sangat ketat. Interval (jarak) antar dewan hakim dalam memberi penilaian adalah 1 point. Hasilnya, para juara memiliki nilai yang sangat ketat bersaing, bahkan dimulai dari penyisihan. Data statistik menyebutkan, 10 besar untuk seluruh golongan musabaqah, dibedakan dalam hitungan 0,1. “Kami menyampaikan terima kasih atas kerja keras dewan hakim, panitera dan Tim IT yang telah bekerja keras mewujudkan transparansi. Kita berkomitment untuk menyempurnakan sistem ini,” tegasnya.

Machasin menambahkan, ketatnya standar penilaian menunjukkan kualitas penyelenggaraan MTQN XXVI. Menurutnya, terdapat beberapa peserta yang telah menjadi juara di tingkat internasional, namun tidak menjamin akan menjadi kampium di tingkat nasional. “Ini awal untuk penguatan syiar Islam. Kami berharap MTQ tahun ini memotivasi penguatan pendidikan Islam, baik formal maupun non formal. Transparansi penyelenggaraan MTQ semoga menggerakkan tiap-tiap daerah untuk meningkatkan pembinaan putra-putra daerah,” pungkasnya.

Baca Juga  Industrialisasi Bidang Kesehatan di NTB: Produksi Alat Rapid Test Diakui Nasional

Selain pengumuman juara MTQ, Panitia juga membacakan juara pada pawai ta’aruf dan kendaraan hias. Dibacakan langsung oleh Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchtar Ali, DKI Jakarta keluar sebagai juara I, disusul Riau, dan Banten. Pawai’ ta’aruf merupakan rangkaian pelaksanaan MTQ yang mengharuskan masing-masing provinsi menampilkan hiasan budaya.

Sampai Jumpa di 2018

Penutupan MTQN XXVI juga ditandai dengan penyerahan bendera LPTQ dari Ketua LPTQ Nasional kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diterima langsung oleh Gubernur Tengku Ery Nuradi. Sumatera Utara berhasil terpilih sebagai tuan rumah MTQN XXVII Tahun 2018. Sebelumnya, Provinsi Sumatera Utara pernah menjadi tuan rumah, tepatnya pada tahun 1971. Gubernur Sumatera Utara menyambut bahagia atas terpilihnya sebagai tuan rumah MTQN XXVII 2018. Ia berjanji untuk mempersiapkan infrastruktur demi terselenggaranya MTQN XXVII tahun 2018 yang berkualitas.

Kemeriahan penutupan MTQN XXVI diakhiri dengan penampilan tarian dengan tema shalawat. Ribuan masyarakat yang menyemut setia mengikuti acara hingga selesai. Pantauan Media Center, jalanan di sekitar Islamic Center tidak dapat bergerak. Selain nampak personil kepolisian, beberapa pramuka juga sigap mengatur jalanan dengan tertib. (JEN/SR/Media Center MTQN)

bankntb DPRD DPRD