Mahasiswa KKN UTS K-9 Terapkan Teknologi Hidroponik di Batu Tering

oleh -48 views
Saat praktik penanaman hidroponik bersama ibu-ibu PKK dan mahasiswa

SUMBAWA BESAR, SR (06/08/2016)

Mahasiswa KKN Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Kelompok 9 (K-9) Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, menggelar penyuluhan menanam melalui penerapan teknologi hidroponik, Kamis (4/8) kemarin. Penyuluhan yang berlangsung di Balai Pertemuan Desa Batu Tering tersebut menghadirkan Ahli Tanaman Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa sebagai pemateri, dan masyarakat desa yang tergabung dalam anggota PKK. Penyuluhan yang bertemakan “Inovasi Teknologi Penanaman Berbasis Hidroponik” ini merupakan bagian dari program kerja kelompok 9 dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa menuju Desa Wisata Batu Tering. Hidroponik merupakan salah satu teknik menanam dengan media selain menggunakan tanah sebagai hal yang utama. Teknik yang dipilih ini adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan limbah hasil pertanian dan peternakan seperti kotoran sapi (kohe), serbuk gergaji, dan EM4 yang telah difermentasikan. Ketiga bahan tersebut dianggap lebih efisien dibandingkan dengan media air yang lazim digunakan. Mengingat ketiganya lebih mudah didapat dan mudah pula dalam perawatannya, sehingga dinilai akan cocok jika diterapkan di daerah yang memiliki lahan yang sempit.

tanaman sawi yang ditanam menggunakan metode hidroponik dengan  memanfaatkan media bambu bekas
tanaman sawi yang ditanam menggunakan metode hidroponik dengan memanfaatkan media bambu bekas

Penyuluhan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN kelompok 9 UTS Desa Batu Tering ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat yang hadir, mengingat kualitas tanaman yang bagus karena tidak menggunakan media tanah, air, pupuk maupun pestisida. Peserta penyuluhan tampak antusias saat dikenalkan dengan alat dan bahan yang akan digunakan. ”Semoga penyuluhan ini akan terus berkelanjutan dan adik-adik mahasiswa juga bisa mendampingi kami dalam pelaksanaannya,” pinta Mariam salah seorang peserta dari Dusun Sela.

Baca Juga  Film "Aku dan Mereka” Raih Dua Kategori Penganugerahan FFS 2019

Keinginan tersebut direspon positif oleh Solihin–Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin UTS. Ia mengatakan akan terus mengoptimalkan waktu KKN yang tinggal sebulan ini untuk memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat Desa Batu Tering melalui kegiatan yang berkelanjutan tentang penanaman menggunakan metode hidroponik tersebut. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh sebagian besar masyarakat setempat, sehingga nantinya dapat menunjang Batu Tering menjadi desa wisata.  Adapun tanaman yang akan dikembangkan yaitu tanaman sawi liman, sawi biasa, selada, dan bayam. Budidaya hidroponik ini juga dinilai tidak akan merogoh kantong terlalu dalam karena metode yang akan digunakan dapat memanfaatkan barang bekas seperti bambu dan botol bekas.

Bagi Busairi selaku pemateri penyuluhan, cara itu merupakan langkah awal dalam merubah mindset (pola pikir) masyarakat bahwa budidaya tanaman bukan hanya dapat dilakukan di tanah yang lapang melainkan ada cara lain seperti teknologi hidroponik ini yang hanya memerlukan media botol bekas ataupun bambu bekas. Sosialisasi yang serius seperti yang dilakukan mahasiswa KKN UTS kelompok 9 Desa Batu Tering ini sangat diperlukan untuk budidaya tanaman khususnya metode hidroponik agar masyarakat di desa tersebut makin tergerak untuk mengembangkannya.

Tujuan dari penyuluhan teknologi hidroponik yaitu agar masyarakat dapat termotivasi untuk membudidayakan tanaman sayuran dengan memanfaatkan lahan yang sempit di tempat tinggal masing-masing dan hasilnya pun dapat dinikmati sendiri sehingga sedikit menghemat pengeluaran kebutuhan dapur seperti sayur-sayuran. Apalagi kalau bisa dibudidayakan dalam jumlah yang banyak dan bisa dijadikan sentra sayur-sayuran maka nilai ekonomisnya akan menjanjikan. (Intan)

bankntb DPRD DPRD