SMPN 1 Sumbawa Dinilai Lomba Tata Kelola BOS Nasional

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/08/2016)

SMP Negeri 1 Sumbawa mengikuti Lomba Tata Kelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat nasional. Kemarin, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), juga mengutus dua orang tim penilai, Dra Hj Daningsih K MPd dan Sri Suci Setiawati SH, M.Ak untuk melakukan penilaian terhadap sekolah unggulan tersebut. Sebelumnya tim ini sudah menilai SD Negeri 2 Utan untuk kegiatan yang sama.  Kedatangan tim penilai di SMPN 1 Sumbawa ini disambut meriah pihak sekolah. Ratib sakeco, tarian radisional hingga paduan suara ikut menyemarakkan sambutan tersebut. Hadir di antaranya tim management BOS Kabupaten, komite sekolah dan pemerintah kecamatan setempat.

Kepala SMPN 1 Sumbawa, Sri Irianti S.Pd M.Pd, menyatakan sekolahnya siap dinilai secara administrative. Dalam penilaian itu, pihaknya telah menyiapkan empat item penilaian, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hingga dampak dana BOS. “Penggunaan dana BOS telah melalui perencanaan yang matang dan mengacu pada juklak-juknisnya,” kata Sri—akrab Kepsek ramah ini disapa.

Sesuai juknis, sebutnya, ada 13 komponen penggunaan BOS dari pembiayaan pengembangan perpustakaan, kegiatan penerimaan peserta didik baru, pembelajaran hingga ekstra kurikuler peserta didik. Selain itu ulangan dan ujian, pembelian bahan-bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan sekolah atau rehab ringan, sanitasi sekolah, honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer, pengembangan profesi guru, membantu peserta didik miskin yang belum menerima bantuan, dan pembiayaan pengelolaan BOS. Untuk pembelian dan perawatan perangkat computer dan biaya lain akan dilakukan jika seluruh komponen satu hingga 12 telah terpenuhi. “Dana BOS ini sangat berkonstribusi bagi kemajuan dunia pendidikan di sekolah ini. Dan berkat dana BOS sekolah ini meraih sejumlah prestasi bukan hanya diraih siswa, tapi juga guru, kepala sekolah dan sekolah itu sendiri,” bebernya.

Baca Juga  Ketidakefektifan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sarana Penunjang Pembelajaran Siswa

Ia mencontohkan prestasi siswa dua tahun terakhir yang tidak lepas dari dukungan dana BOS. SMPN 1 Sumbawa menjadi sekolah dengan integritas tertinggi UN 2016 di Kabupaten Sumbawa dengan capaian nilai 19,18. Sekolahnya pun berhasil mempertahankan prestasi peraih nilai UN tertinggi tahun ini dengan nilai rata-rata UN 2016 75,15 serta seorang siswa meraih nilai 10 dalam mata pelajaran Matematika. SMPN 1 Sumbawa juga

unggul di OSN yang salah satu siswanya mewakili NTB ke OSN tingkat nasional Tahun 2016 pelajaran IPA. Tak hanya itu SMPN 1 Sumbawa mewakili NTB pada Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional 2016. Dalam lomba tata kelola dana BOS, sukses keluar sebagai juara Provinsi dan mewakili NTB ke tingkat nasional. Kemudian salah seorang guru setempat mewakili NTB magang di Australia selama sebulan. Dan seorang guru lainnya lolos dalam seleksi calon Kepala SMP. Prestasi kepala sekolah adalah lulus peserta pendidikan dan pelatihan calon tim penilai jabatan fungsional guru. Selanjutnya pernah mengikuti pelatihan kurikulum 2013 dengan predikat paling baik. Mengikuti kegiatan pembinaan karir penguatan tim penilai angka kredit jabatan fungsional guru bagi PTK Pendidikan Dasar di Bandung. Semua prestasi tersebut berkat dana BOS.

Sementara Kasi Pelayanan Manajemen Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, Badron, memprediksikan SMPN 1 Sumbawa masuk tiga besar. Selain persiapan matang, dari segi prestasi, sekolah tersebut unggul dibandingkan dua SMP perwakilan Sumbawa dua tahun sebelumnya. Ia berharap penilaian tim obyektif. “Dilihat dari prestasi, SMPN 1 Sumbawa harus menjadi juara,” timpal Camat Sumbawa, Mulyadi, S.Sos.

Baca Juga  208 Guru Batal Ikut PLPG

Koordinator Tim Penilaian Lomba Tata Kelola BOS, Dra. Hj. Daningsih K MPd, memastikan penilaian dilakukan sangat obyektif, tidak ada unsur pilih kasih. “Apa yang kami lihat itulah yang kami laporkan,” katanya. Penilaian meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan dampak. Sekolah peserta lomba tidak bisa merekayasa semua laporan karena selain penilaian secara administrative, tim memeriksa berupa bukti fisiknya. Namun demikian, Hj Daningsih memiliki harapan yang sama bahwa SMPN 1 Sumbawa menjadi yang terbaik. “Ini semua tergantung dari hasil penilaian,” ujarnya.

Sekolah yang masuk 50 besar nasional akan diundang Kemendikbud untuk mengikuti penilaian tahap kedua yakni presentasi. Jika lolos masuk 10 besar diundang menjadi peserta upacara 17 Agustus 2016 di Istana Negara. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.