KPI dan Dishubkominfo KSB Gelar Literasi Media

oleh -15 views

 

Kerjasama SAMAWAREA dengan DISHUBKOMINFO SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (03/08/2016)

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang difasilitasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyelenggarakan kegiatan Literasi Media, Rabu (3/8). Bertempat di Hotel Andi Graha Taliwang, kegiatan bertema “Mewujudkan Masyarakat KSB yang Cerdas dan Sadar Media” ini diikuti sekitar 75 peserta dari semua kalangan termasuk pelajar dan pemuda.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPI NTB, Sukri Aruman mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendapat pengetahuan dasar bagaimana menjadi pendengar radio dan TV yang kritis dan partisipatif. Selain itu diharapkan mampu mengidentifikasi sejauhmana eskpektasi masyarakat terhadap siaran radio dan televisi baik lokal maupun nasional. Pasalnya terlalu banyak tingkah laku masyarakat mengikuti gaya televisi dan radio yang dianggap modern. Padahal ini bisa menggugurkan kearifan local dan mengikisnya budaya dalam masyarakat sekitar bahkan sering terjerumus kepada hal-hal di luar norma-norma kesopanan. “Masyarakat kita lokal tapi gayanya kota. Dari sisi mentalitas publik kita yang masih rendah. Inilah yang harus kita berikan pemahaman agar cerdas dalam memilih media,” tukasnya.

Sukri juga mengaku prihatin dengan maraknya operator lokal TV kabel. Keberadaannya dinilai meresahkan karena operator lokal sering memberikan tayangan luar negeri tanpa melalui proses sensor. “Kita banyak melihat cannel yang sangat vulgar, inilah tugas KPI untuk menggalakkan dan membina operator lokal yang menayangkan siaran terlarang itu,” ungkap Sukri.

Baca Juga  Kadisdikpora NTB: Jadikan Imtaq Sebagai Pondasi Utama Pelajar

Sementara itu Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin ST berharap ke depan pada kegiatan yang sama pesertanya harus lebih banyak terutama para pelajar. Sebab para pelajar dinilai paling rentan terpengaruh oleh media. “Jangankan mereka yang masih labil, saya saja yang sudah menjadi Wakil Bupat masih bisa terpengaruh oleh media,” katanya.

Wabup menilai banyak tontonan saat ini yang tidak menarik. Terlalu banyak media televisi menayangkan film percintaan yang melibatkan anak-anak. Tidak heran jika anak usia SD sekarang sudah mengenal lebih dalam tentang cinta. Anehnya tayangan ini justru lebih banyak dipertontonkan dan sangat digemari, padahal dapat menggradasi moral anak-anak bangsa yang hingga kahirnya mengubah prilakunya ke arah negatif. Sedangkan tayangan yang membuat karakter moral semakin kuat justru kian mundur dan berkurang. Seperti adzan setiap waktu shalat kini sudah berkurang, bahkan ada media yang sudah tidak menayangkannya samasekali. “Ini menjadi PR kita terlebih KPI,” tandasnya. (HEN/SR/*)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.