Direkonstruksi, Kronologi Pembunuhan “Simpang PLN” Terungkap

oleh -40 views
Saat rekonstruksi pembunuhan Agus Widodo

SUMBAWA BESAR, SR (03/08/2016)

Kasus pembunuhan Agus Widodo atau yang dikenal dengan Pembunuhan “Simpang PLN” direka ulang, Rabu (3/8) siang tadi. Dalam rekonstruksi itu Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa menghadirkan 7 orang tersangka berinisial MZ alias Barat, UM alias Uhud, DD, KH alias Rodes, SH alias Peco, PN alias Pebok, dan YSW. Sedangkan tiga tersangka lainnya yakni Cemo, Bonder dan JY menggunakan peran pengganti karena masih buron dan sudah ditetapkan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang). Reka ulang ini disaksikan Kasat Reskrim AKP Tri Prasetiyo, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sumbawa, Freddy Hantyo Nugroho dan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain itu rekonstruksi yang dilaksanakan di halaman apel Polres Sumbawa ini juga dihadiri orang tua dan keluarga tersangka. Rekontruksi dengan 29 adegan ini mengungkap kronologi peristiwa yang menghilangkan nyawa Agus Widodo—warga Kampung Mande Kelurahan Bugis. Mulai dari ancaman korban yang akan membunuh tersangka MZ alias Barat—warga Kelurahan Brang Biji hingga adanya rencana menghabisi korban.

Korban sempat dijemput dan duduk-duduk di Taman Simpang PLN Sumbawa. Tak berselang lama para tersangka lain yang dilengkapi senjata tajam datang menggunakan tiga sepeda motor. Uhud dan Pebo berada di depan, disusul YSW, Barat, JY, Cemo dan Bonder. Saat itu di Taman PLN, korban duduk bersama tersangka Peco dan saksi Ones. Sedangkan tersangka DD berdiri di seberang jalan, di depan korban. Beberapa tersangka turun dari sepeda motor lalu menyerang korban. Serangan mendadak ini membuat korban tak sempat menghindar. Beberapa tebasan mendarat di tubuhnya. Meski demikian korban berusaha kabur tapi serangan bertubi-tubi membuatnya jatuh tersungkur. Setelah melakukan aksinya para tersangka kabur dari TKP dan sempat diteriaki salah seorang saksi yang sempat berusaha mengejar. Korban yang dalam kondisi sekarat dilarikan ke IGD RSUD Sumbawa untuk mendapat pertolongan medis. Namun jiwanya tak tertolong.

Baca Juga  Gudang Mitra Tehnik Kembali Dibobol Maling  

Rekonstruksi baruKasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Tri Prasetiyo mengatakan, tujuan dari rekonstruksi ini untuk mendapat gambaran jelas sekaligus melakukan konfrontasi di antara keterangan saksi-saksi dan tersangka. Dari rekonstruksi ini tergambar jelas di dalam adegan siapa berbuat apa. Tentunya fakta yang terungkap di dalam rekon ini berkaitan dengan unsur pasal yang dikenakan terhadap para tersangka. Mengenai adanya perbedaan keterangan saksi satu dengan lainnya termasuk BAP, AKP Tri menyatakan tidak menjadi persoalan. Saat mereka melakukan adegan di dalam rekontruksi itulah faktanya yang terjadi di lapangan. Jika memang ada perbedaan antara saksi satu dengan lainnya, akan dilihat mana yang lebih dominan. Fakta ini nanti juga akan terungkap kembali pada saat persidangan.

Hal senada dikatakan Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Feddy Hantyo Nugroho SH. Rekontruksi menurutnya, akan membuat lebih jelas gambaran yang tertuang di dalam berkas perkara. “Kami ke sini diundang penyidik Polres untuk menyaksikan. Adegan dalam rekontruksi ini bisa menjadi gambaran bagi kami dalam melakukan penelitian berkas perkara yang dikirim penyidik kepolisian,” demikian Feddy. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD