Mantan Bendahara BPMPD KSB Dihukum 4 Tahun Penjara

oleh -2 views
Kajari Sumbawa, Paryono SH MH

SUMBAWA BESAR, SR (02/08/2016)

Selain dua terdakwa PPKK Disnakertrans Sumbawa, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram juga menjatuhkan vonis terhadap Handun–terdakwa kasus korupsi Honor Bedah Rumah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Majelis hakim menghukum mantan bendahara pengeluaran Kantor BPM-PD KSB ini selama 4 tahun penjara. “Putusannya sesuai dengan tuntutan kami selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata Kajari Sumbawa, Paryono SH MH, Selasa (2/8).

Handun terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi kasus yang terjadi Tahun 2013 lalu. Terdakwa turut serta memperkaya orang lain. Kasus ini bermula ketika Pemda KSB mendapat program bedah rumah dari pemerintah pusat. Untuk pelaksanaan program ini di lapangan ada honor pendampingan untuk para petugas di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Hendra salah satu terdakwa yang telah divonis sebelumnya pada kasus yang sama, ditugaskan untuk membuat semua administrasi penerimaan honor. Selanjutnya mengundang semua petugas pendamping tersebut untuk dimintai tandatangannya. Bukti tandatangan inilah yang dimanipulasi seolah-olah petugas pendamping sudah menerima honor. Dan tandatangan ini juga dijadikan kelengkapan administrasi permohonan pencairan anggaran. Sementara petugas pendamping tidak mengetahui adanya honor, karena mereka diundang untuk kegiatan berbeda bukan terkait penerimaan honor. Hendra pun ditetapkan sebagai tersangka. Hasil pengembangan penyidikan, muncul tersangka baru yakni Handun–bendahara pengeluaran saat itu. Kesalahan Handun, adalah menyerahkan honor itu kepada Hendra yang seharusnya diserahkan kepada bidang yang berwenang. Akibat perbuatan keduanya, negara dirugikan sebesar Rp 600 juta. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Ombudsman NTB Resmi Tangani Dugaan Maladministrasi Seleksi KPU Sumbawa