Telusuri Kematian Bidan Muda, Polisi Usut Indikasi Pemerasan

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (01/08/2016)

Jajaran Polsek Moyo Hilir dibantu Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa mulai intensif menyelidiki kasus kematian Rabiatul Adawiyah—bidan muda yang ditemukan tewas gantung diri di gudang rumahnya, Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, belum lama ini.

Penyelidikan ini dilakukan karena mengemukanya berbagai informasi terkait dengan motif dari tindakan nekat korban dalam mengakhiri hidupnya. Ada indikasi bidan malang tersebut menjadi korban pemerasan oknum tertentu yang diduga pelaku penyebar foto-foto vulgar mirip korban di media sosial. Untuk mengungkap indikasi ini, pihak Polsek Moyo Hilir telah memanggil dan meminta keterangan salah seorang rekan korban. Ini lantaran adanya petunjuk pada BBM (Blackberry Messenger) korban yang curhat dengan rekannya tersebut sebelum meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Tri Prasetiyo
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Tri Prasetiyo

Dikonfirmasi SAMAWAREA, Senin (1/8), Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetiyo mengaku adanya pihak keluarga korban yang melaporkan kasus dugaan pemerasan ke Polsek Moyo Hilir. Laporan ini masih ditelusuri kebenarannya. Untuk itu pihaknya ikut membantu Polsek dalam proses penyelidikan. “Informasi yang kami terima masih belum berbentuk fakta-fakta karena saksi–saksinya belum diperiksa. Keluarga korban akan memberikan beberapa alat bukti untuk dianalisa,” ungkap AKP Tri.

Seperti diberitakan, korban ditemukan gantung diri, Minggu (24/7) sekitar pukul 19.00 Wita. Kuat dugaan korban nekat mengambil jalan pintas akibat beredarnya foto-foto vulgar yang mirip dengannya di media social (medsos). Foto itu disebar oleh oknum tak bertanggung jawab melalui akun facebook yang menggunakan identitas korban. Foto tersebut tersebar beberapa menit sebelum kematian korban. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Kasus Penjualan Aset Pemda Lobar Masuki Babak Baru, Jaksa Mulai Bidik Tersangka

No More Posts Available.

No more pages to load.