Sebarkan Informasi Sesat, Terancam 12 Tahun Penjara

oleh -3 views
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK

SUMBAWA BESAR, SR (01/08/2016)

Dewasa ini, media sosial menjadi sarana yang cepat dan efektif dalam menyampaikan informasi. Namun media tersebut kerap disalahgunakan oknum tertentu untuk menyebar fitnah, memprovokasi, menimbulkan kebencian dan menyesatkan. Padahal tidak disadari tindakan tersebut justru menjeratnya untuk diproses secara hukum.

Karenanya Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam memberikan informasi yang tentu kebenarannya. “Kami ingin masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan, serta tidak menjadi provokator yang membuat situasi keamanan tidak kondusif,” kata Kapolres kepada SAMAWAREA, Senin (1/8). Ia mencontohkan, banyak kerusuhan yang terjadi dan merugikan semua pihak di antaranya karena adanya informasi yang tersebar melalui media sosial. “Hanya dengan satu kali klik dengan jari, bisa membunuh seseorang, kelompok bahkan banyak orang. Makanya saya ingatkan bahwa jarimu itu adalah harimaumu. Jadi jangan menjadi bagian “one click killer” tukasnya.

Kapolres berharap masyarakat untuk cek dan ricek terhadap informasi yang diterima terutama melalui media sosial. Artinya, bijaksana dalam menyikapi dan menerima informasi. “Kami sudah membuat surat edaran larangan menyebarkan ucapan kebencian (hate speech). Kami tidak ingin masyarakat terjerat hukum karena jika melanggar akan diancam hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara,” demikian Kapolres. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Kapolres dan Dandim Dompu Minta Buruh PT SMS Tak Terprovokasi