Peran Pemuda Dalam Bidang Ekonomi

oleh -1.443 views

SUMBAWA BESAR, SR (28/07/2016)

Association of South East Asian Nations (ASEAN) merupakan perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara yang beranggotakan sepuluh negara. Dalam deklarasi ASEAN maksud dan tujuan asosiasi yaitu meliputi kerjasama di bidang ekonomi, sosial, budaya, teknis, pendidikan, dan bidang lainnya, serta upaya mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan dengan menghormati rasa keadilan dan aturan hukum. Para pemimpin ASEAN sepakat untuk membentuk Komunitas ASEAN dan menegaskan komitmen mereka untuk mewujudkan Masyarakat ASEAN pada tahun 2015. Sejalan dengan itu Komunitas ASEAN tidak hanya terfokus pada kerjasama ekonomi, namun juga harus didukung dengan kerjasama lainnya di bidang politik, keamanan dan sosial budaya. Untuk itulah maka pembentukan Komunitas ASEAN 2015 dilandasi oleh tiga pilar, yaitu Masyarakat Politik Keamanan ASEAN, Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan Masyarakat Sosial Budaya ASEAN, yang diharapkan dapat saling bekerjasama untuk membentuk masyarakat ASEAN. Namun di sisi lain menghadapi ASEAN Community atau Komunitas ASEAN ini merupakan suatu tantangan besar bagi negara-negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia.ASEAN Community 1

Oleh: ARIF RAHMAN, Mahasiswa; Gang Mangga III Sumbawa Besar

 

Perlu diketahui bahwa lahirnya Komunitas ASEAN sebagai wadah bersatunya negara-negara Asia Tenggara, tentunya setiap negara memiliki tujuan dan kepentingan untuk menghasilkan keuntungan tertentu bagi negaranya sendiri. Dengan diberlakukannya kesepakatan ini tentu akan memberikan dampak yang besar pada kondisi ekonomi ,politik ,dan sosial budaya Indonesia.

Akan tetapi penulis membahas dalam suatu konteks yang lebih spesifikasi yaitu “peran pemuda dalam bidang ekonomi”. Teringat perkataan dua orang proklamator Republik Indonesia bertahun-tahun yang silam. Bung Karno mengatakan, “Berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan kuguncang dunia”, sedangkan Bung Hatta mengatakan, “Saya percaya akan kebulatan hati pemuda Indonesia, yang percaya akan kesanggupannya berjuang dan menderita. Bung Karno dan Bung Hatta tidak sedang bermain-main saat mengeluarkan statement seperti itu. Keduanya berani mengeluarkan statement tersebut karena sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan meraih kemerdekaan tidak terlepas dari perjuangan yang dilakukan oleh para pemuda Indonesia. Sepanjang peradaban manusia, pemuda adalah inspirator. Berbagai perubahan yang terjadi di setiap bangsa, pemuda adalah penggeraknya. Berbagai bakat, potensi, kecenderungan, yang mengarah pada kebaikan maupun kejahatan memiliki dorongan yang sama kuatnya ketika masa muda.

Kali ini kita akan mengupas tentang peran pemuda dalam bidang ekonomi. sudah jelas bahwa pemuda memiliki peran yang sangat urgensi dalam menggerakkan roda perekonomian bangsa. Karena disokong dengan ide-ide dan gagasan yang cemerleng, Kesadaran akan pentingnya usia dan jiwa muda membuat para pemuda selalu tampil dalam setiap momentum, bukan sebagai objek suatu peristiwa melainkan sebagai subjek pengubah, yang mendorong setiap perubahan ke arah yang konstruktif serta menjadi kekuatan moral dalam mengawal setiap perjalanan dan pembangunan bangsa. Komposisi penduduk usia muda saat ini didominasi oleh usai prdouktif. Menurut data dari berita bisnis.com, Jakarta menyebutkan Indonesia saat ini memiliki penduduk yang besar, sekitar 251 juta jiwa. Penduduk usia produktif (15-64 tahun) sekitar 44,98%. Proporsi penduduk usia produktif ini akan meningkat sampai 2025. Dalam artian kita memiliki banyak golongon pemuda, jumlah ini sangat berpotensi bila diberikan edukasi dan keterampilan yang baik, sehingga akan berpengaruh terhadap kemajuan perekonomian bangsa serta dapat menggerakan bidang ekonomi ke arah yang lebih baik.

Baca Juga  KPU Sumbawa Barat Mulai Lipat 95.025 Lembar Surat Suara

Ada beberapa langkah yang sangat strategis yang perlu dikembangkan terhadap potensial pemuda Indonesia seperti yang menjadi ekspektasi bersama yang digariskan dalam UU No. 40/2009 yang membahas tentang kepemudaan, dimana fungsi pemuda adalah sebagai agen perubahan. Oleh sebab itu bagaimana pemuda-pemuada tersebut mampu menghadapi tantangan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Dengan adanya tantangan tersebut maka perlu direvolusi mainsed serta paradigma pemuda-pemuda supaya MEA 2015 ini tidak dipandang sebagai ancaman, akan tetapi peluang dalam memudahkan bangsa ini dalam mengambil peran terhadap pasar ASEAN. Karena itu langkah awal yang perlu dilakukan adalah merevolusi mainsed dan paradigma seperti yang disebutkan diatas.

Terlepas dari itu, Indonesia sendiri memiliki peluang yang sangat bagus dalam menghadapi MEA, karena telah didukung dengan kedua sumber daya yang melimpah ruah secara kuantitas. Seperti sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah serta memiliki sumber daya manusia yang sangat banyak. Penduduk Indonesia sebesar 250 juta jiwa atau hampir setengah dari jumlah penduduk negara yang tergabung dalam ASEAN yang berjumlah kurang lebih 600 juta jiwa.

Disini saya akan memaparkan betapa pentingnya peran pemuda Indonesia di bidang ekonomi. Bidang ekonomi menjadi salah satu tumpuan yang sangat urgen untuk menghadapi MEA, pemuda-pemuda dijadikan sebagai tools (alat) untuk menggerakkan bidang ekonomi. Aktualisasi peran pemuda dalam bidang ekonomi bisa kita lihat secara realistis dewasa ini, munculnya enterpreneurship muda di Indonesia yang mulai berkembang memberikan peluang yang signifikan dalam persaingan MEA 2015. Namun jumlah pengusaha di Indonesia baru mencapai  sekitaar 0,18 persen dari total populasi, kalau kita mengkomparasikan dengan eksistensi pengusaha di negara maju dengan di Indonesia jelas secara kuantitas Indonesia akan kalah, di negara maju pengusaha atau wirausaha minimal 2 persen dari total penduduk. Pemuda Indonesia perlu ditanamkan dan dikembangkan jiwa kewirausahaannya (Entrepeneur Skill). Diharapkan dengan penanaman entrepeneur skill sejak dini, pemuda Indonesia mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan, terutama dalam menghadapi MEA 2015. Oleh sebab itu kebangkitan perekonomian tidak terlepas dari konstribusi serta sumbangsih dari para pemuda. Kreativitas pemuda dalam menciptakan lapangan pekerjaan menjadikan pemuda tidak lagi bersikap pasif menunggu pekerjaan datang menghampirinya. Kreatifitas pemuda menumbuhkan kemandirian dalam segi finansial dan produktifitas bagi pengembangan ekonomi bangsa.

Selain peran pemuda sebagai wirausahawan yang sangat dibutuhkan, peran pemuda juga dibutuhkan dalam menentukan arah regulasi dan optimalisasi kesiapan infrastruktur. Infrastruktur logisitik kita misalnya berdasarkan Logistics Performance Index (LPI) 2012 yang dikeluarkan Bank Dunia, Indonesia hanya menduduki peringkat ke-59 atau jauh di bawah Singapura yang berada di puncak diantara 155 negara yang disurvei. Untuk itu infrastruktur harus dikembangkan dan optimalkan. Karena hal tersebut mendukung dalam menggerakkan ekonomi bangsa. Indonesia yang nota bane komposisi ekspor terbesar didominasi oleh komoditas dan barang primer. Sehingga kondisi ini menyebabkan ekspor Indonesia rentan akan problematika harga. Langkah solutif yang harus direalisasikan adalah keberadaan infrastruktur yang memadai serta dikombinasikan dengan eksistensi tekhnologi canggih yang memadai pula. Tekhnologi sebagai lokomotif yang dapat menunjang kemajuan ekonomi bangsa. Pemuda diharapkan mampu memanfaatkan tekhnologi serta menciptakan tekhnologi-tekhnologi terbaru yang mutakhir. Tetapi secara faktual kita harus mengakui bahwa penggunaan tekhnologi yang ada belum bisa dimaksimalkan oleh SDM saat ini, dan ini didominasi oleh masyarakat yang nota bane berada di daerah tertinggal. Ini adalah salah satu problematika yang masih melekat sampai saat ini. Pada momentum seperti ini tugas generasi muda harus dapat mengambil alih dan mengoptimalkan seefektif mungkin keberadaan tekhnologi yang ada.

Baca Juga  Ratusan Pelajar Antusias Nonton Bareng Science Film Festival

Dalam perekonomian Indonesia sektor sumber daya alam masih menjadi tumpuan, peran pemuda untuk megoptimalisasikan eksistensi sumber daya alam (SDA) yang memadai sangat dibutuhkan pula. Karena sejauh ini Indonesia belum mampu mengoptimalkan sumber daya alam yang ada menjadi sebuah insentif dan bernilai ekonomi bagi kemajuan negara. Sebagai contoh, Indonesia mengekspor rotan ke China. Keuntungan yang kita peroleh hanya sebesar 20%-30%. Di China, rotan tersebut dibentuk lagi menjadi meubel dan produk olahan lain. Dan rotan tersebut diekspor ke Indonesia dengan keuntungan yang didapatkan China sebesar 300-350%. Penulis mengasumsikan bahwa keberadaan tekhnologi tidak dimanfaatkan sehingga terjadilah hal yang demikian seperti yang dipaparkan di atas. Ini upaya kita untuk merefleksi bahwa peran pemuda sangat diperlukan. Pemuda diharapkan mampu beradaptasi dalam dunia bisnis sehingga mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya. Kerana pada hakikatnya ini sudah menjadi tanggung jawab pemuda sebagai genarasi penerus bangsa, dengan eksistensi SDA yang melimpah, pemuda-pemuda harus mampu menstimuluskan menjadi produk-produk atau barang yang berkompetitif dan bernilai jual tinggi. Oleh sebab itu dibutuhkan jiwa yang kreatif dan kreasi serta inovatif yang melekat pada diri pemuda-pemuda dewasa ini.

Pemuda memilki peran sentral dalam mengawasi perjalanan bangsa, yang dijalankan oleh pemerintah, agar roda pemerintah berjalan dengan baik dan bersih, dan nantinya akan berimplikasi terhadap kemajuan di berbagai bidang, baik bidang ekonomi, politik dan budaya. Peran yang dimainkan pemuda dalam bidang ekonomi mampu diaktualisasikan secara optimal seperti yang menjadi ekspektasi kita bersama. Melihat secara historis dari tempo dulu sampai dewasa ini, secara fundamental pemuda memainkan peran yang begitu sangat gemilang bagi kemajuan bangsa baik dalam bidang ekonomi, politik dan budaya. (*)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.