Ungkap Kematian Petani Lunyuk Libatkan Puslabfor Bali

oleh -5 views
Lokasi penemuan korban dalam kondisi tak bernyawa

SUMBAWA BESAR, SR (27/07/2016)

Sudah hampir sebulan kasus pembunuhan Damsi (55) petani asal Dusun Jelapang, Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk, belum terungkap. Polisi terus mendalami petunjuk yang ditemukan di lokasi kejadian. Upaya keras polisi ini juga ditunjukan dengan meminta bantuan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Denpasar, Bali.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetiyo, Rabu (27/7), mengakui telah berkoordinasi dengan Puslabfor Bali untuk menyelidiki kasus ini. Ketika ini direspon, ada dua kemungkinan yang akan dilakukan Puslabfor yakni melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang, dan pihaknya mengirim barang bukti berupa sampel darah yang ditemukan di lokasi. “Kalau kami berharap olah TKP ulang karena dimungkinkan ada bukti atau petunjuk baru,” kata perwira yang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan di PTIK.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Tri Prasetiyo
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Tri Prasetiyo

Diakui AKP Tri, hasil olah TKP yang dilakukan jajarannya ditemukan bercak darah. Bercak darah ini akan ditelusuri untuk mengetahui apakah milik korban atau hewan dan lainnya. Untuk memastikannya dikirim ke Puslabfor untuk tes secara kimia atau fisika. Jika secara kimia maka yang dites adalah DNA-nya, sebaliknya menggunakan cara fisika akan dites menggunakan bahan-bahan tertentu. “Inilah upaya kita selain penyelidikan lapangan yang terus kami lakukan,” demikian Kasat Reskrim.

Seperti diberitakan, Damsi ditemukan tak bernyawa tergeletak di kebun jagung belakang SMPN 3 Lunyuk. Tubuh korban saat itu bersimbah darah, terdapat luka menganga yang cukup dalam di leher dan tengkuknya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Tukang Parkir Dibacok, Motor Pelaku Dibakar Massa