Terjaring Saat Peliputan, Dua Jurnalis Jerman Dideportasi

oleh -14 views

SUMBAWA BESAR, SR (27/07/2016)

Frederick Klose dan Karin Radesh—dua jurnalis asal Jerman, akhirnya dideportasi Imigrasi Kelas IIA Sumbawa. Kameramen dan reporter sebuah televisi dari negeri Hitler ini diterbangkan menggunakan Pesawat Garuda melalui Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa, Rabu (27/7) sekitar pukul 11.00 Wita. Keduanya dideportasi karena menyalahi visa, sebab aktivitasnya di Sumbawa melakukan peliputan dan dokumentasi Pacuan Kuda Tradisional “Joki Cilik” di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara selama dua hari, 23—24 Juli kemarin. Saat itu dua jurnalis televisi swasta di Jerman ini didampingi Ary Susanto–pendamping (guide). Keberadaan WNA ini menarik perhatian tiga petugas Imigrasi bagian Wasdakin yang kemudian menghampirinya. Ketika diminta memperlihatkan paspor, keduanya tidak mampu menunjukkannya. WNA ini beralasan paspornya dititip di hotel agar tidak hilang. Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku sebagai turis biasa dan dokumentasi kegiatan yang direkam menggunakan handycamp dan kamera digital ini untuk kebutuhan pribadi dan tidak akan disebarluaskan, ditayang ataupun diunggah melalui media sosial. Namun ketika didalami penyidik imigrasi, salah seorang WNA ini mengaku dokumentasi tersebut akan diunggah di salah satu website hingga akhirnya mengaku sebagai wartawan televisi di Jerman. Kegiatan jurnalistik yang dilakukannya sangat dilarang. Untuk kegiatan ini harus melalui serangkaian proses.

WNA Jerman 2WNA Jerman 3Salah seorang petugas Imigrasi yang dicegat di Bandara enggan memberikan keterangan pers, karena tidak memiliki kewenangan dan mengarahkan untuk melakukan konfirmasi ke Kepala Kantor Imigrasi yang tegnah berada di Jakarta. Namun Ary Susanto—guide WNA Jerman ini mengatakan jika jurnalis Televisi Jerman itu tidak lagi diperbolehkan kembali ke Sumbawa baik sebagai turis maupun jurnalis. Sebenarnya, ungkap Ary, masih ada schedule lain selain meliput Pacuan Kuda Joki Cilik di Desa Penyaring, di antaranya peliputan di Pulau Bungin Kecamatan Alas mengunjungi kelompok pemuda setempat. “Tapi karena ada persoalan, rencana itu batal dilaksanakan,” demikian Ary. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Kasus Pencurian di Hotel Terungkap, Tak Disangka ini Dalangnya

No More Posts Available.

No more pages to load.